Kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional dalam Kerangka Pembangunan Ekonomi Inklusif di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.15294/baej.v7i1.49312Keywords:
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia, Pembangunan BerkelanjutanAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan daerah. Namun, penelitian sebelumnya umumnya mengkaji kontribusi UMKM melalui indikator-indikator terpisah, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), lapangan kerja, atau ekspor, sehingga pemahaman mengenai peran terintegrasi UMKM dalam kerangka pembangunan ekonomi inklusif menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis bukti empiris mengenai kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan inklusif Indonesia. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Literatur diperoleh dari Scopus, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Proses pencarian mengidentifikasi 96 catatan, di mana 19 studi memenuhi kriteria inklusi setelah penyaringan, penilaian kelayakan, dan evaluasi kualitas. Sintesis ini mengungkapkan bahwa UMKM berkontribusi sekitar 60–61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja, yang menegaskan peran sentral mereka dalam pertumbuhan ekonomi dan inklusi sosial. Namun, UMKM hanya menyumbang sekitar 15% dari ekspor nasional, yang menunjukkan adanya tantangan yang terus berlanjut terkait produktivitas, inovasi, dan daya saing global. Tinjauan ini lebih lanjut menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi terhadap pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan, dan distribusi pendapatan melalui kehadirannya yang tersebar luas di wilayah perkotaan dan pedesaan. Keunikan studi ini terletak pada integrasi bukti mengenai kontribusi PDB, penciptaan lapangan kerja, partisipasi ekspor, dan pembangunan inklusif regional dalam kerangka analitis yang terpadu. Studi ini berkontribusi pada literatur UMKM dengan menyoroti kesenjangan antara kontribusi ekonomi domestik yang kuat dan kinerja ekspor yang relatif lemah, serta menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong inklusi keuangan, transformasi digital, pengembangan kapasitas kewirausahaan, dan kesiapan ekspor untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam jangka panjang di Indonesia.