Kesiapsiagaan Masayarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Desa Padasari Kabupaten Tegal

Authors

  • Indah Nur Syafira Jurusan Geografi Universitas Negeri Semarang Author
  • Ananto Aji Departemen Geografi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Heri Tjahono Departemen Geografi, Universitas Negeri Semarang Author
  • Wahyu Setyaningsih Departemen Geografi, Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/edugeo.v14i1.27447

Keywords:

kesiapsiagaan, bencana, tanah longsor

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bencana tanah longsor yang melanda kecamatan Jatinegara dikarenakan kondisi lereng yang curam, penggunaan lahan yang tidak semestinya, agregat tanah yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan Desa Padasari dalam menghadapi bencana tanah longsor dan faktor yang perlu diperbaiki dalam kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh warga Desa Padasari sebnayak 1.195 Kepala Keluarga yang meliputi 4 Dusun dengan 6 RW. Sampel diambil dengan Teknik proportional random sampling, dimana setiap individu memiliki peluang yang setara berdasarkan proporsi tiap dusun di Desa Padasari diperoleh sampel sebanyak 92 KK. Variabel penelitian ini adalah parameter kesiapsiagaan bencana yaitu pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri atas tes, kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Padasari masuk dalam kategori Hampir Siap dengan skor 64. Kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor dikarenakan faktor yang perlu diperbaiki yaitu 1) Inisiatif yang rendah dalam menyimpan nomor darurat, 2) Ketidaktahuan warga bahwa desa memiliki panduan kesiapsiagaan, 3) Rendahnya partisipasi dalam persiapan perencanaan kesiapsiagaan, 4) Belum menyiapkan tas siaga bencana, 5) Tidak semua warga memiliki P3K pribadi, 6) Ketidaktahuan warga mengenai kebijakan desa yang mendukung kesiapsiagaan, 7) Rendahnya pengetahuan mengenai panduan rencana penyelamatan di Desa, 8) Rendahnya pertimbangan risiko bencana yang terjadi, 9) sikap inisiatif yang rendah sehingga tidak tahu cara berkoordinasi dan mengakses bantuan, 10) Tidak adanya rencana penyelamatan dan pembagian dalam keluarga dan 11) Tidak memiliki tabungan khusus bencana.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Masyarakat Desa Padasari dalam menghadapi bencana tanah longsor perlu ada sosialisasi maupun pelatihan yang berkelanjutan serta optimalisasi sumberdaya sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Terdapat faktor yang perlu diperbaiki dalam kesiapsiagaan di Desa Padasari menunjukkan bahwa budaya tanggap bencana belum terbentuk secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu antara pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi, pelibatan aktif warga, serta penguatan sistem dan fasilitas pendukung kesiapsiagaan bencana secara menyeluruh dengan mengadakan latihan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana longsor secara mandiri dan berkelanjutan agar dapat diikuti oleh seluruh warga Desa Padasari.

Downloads

Published

2026-04-30

Article ID

27447