Strategi Pengembangan Objek Wisata Desa Bukur Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan
DOI:
https://doi.org/10.15294/geoimage.v15i1.44448Keywords:
Komponen Pariwisata 6A, Objek Wisata, Strategi Pengembangan, Pengunjung, SWOTAbstract
Desa Bukur, Kecamatan Bojong memiliki potensi yang belum dioptimalkan oleh
pemerintah dan masyarakat setempat, yaitu sektor pariwisata. Desa Bukur memiliki 3
objek wisata yaitu Makam Ibu Agung Siti Fatimah Ambariyah, Taman Desa Bunga Bukur
dan Pintu Air Gembiro. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis komponen
pariwisata 6A di masing-masing objek wisata dan mengetahui strategi pengembangan
yang cocok untuk setiap objek wisata Desa Bukur. Metode yang digunakan untuk analisis
komponen pariwisata 6A (Attraction, Amenities, Ancillary Service, Activity,
Accessbillities, dan Avaible Package) adalah kuesioner yang ditujukan kepada
pengunjung dan wawancara kepada masing-masing pengelola objek wisata terkait
strategi pengelolaan saat ini dan perencanaan dalam beberapa waktu ke depan. Hasil
obervasi, kuesioner, dan wawancara tersebut dianalisis menggunakan SWOT sehinggat
menghasilkan strategi pengembangan yang di dasarkan oleh kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dari masing-masing objek wisata. Hasil penelitian ini, ditemukan
bahwa strategi pihak pengelola objek wisata Makam Ibu Agung Siti Fatimah saat ini
banyak perbedaan dengan strategi SWOT sedangkan Taman Desa Bunga Bukur tidak
jauh berbeda antara strategi pengelola dengan strategi pengembangan SWOT. Pada Pintu
Air Gembiro, hasil analisis strategi pengembangan SWOT sangat jauh berbeda karena
fokus pengelola saat ini adalah strategi pemeliharaan akan bangunan dan mesin pintu air
bukan sebagai objek wisata.
