Analisis Spasial Keberlanjutan Sumber Mata Air Dan Strategi Konservasi Berbasis Masyarakat Di Wilayah Peri-Urban Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.15294/geoimage.v15i2.62365Keywords:
local wisdom, spring, water conservationAbstract
Mata air di kawasan pegunungan vulkanik Desa Oro-Oro Ombo memiliki peran ekologis dan sosial penting namun terancam krisis hidrologis akibat tekanan antropogenik dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi biofisik dan spasial mata air serta peran masyarakat lokal dalam pelestariannya, menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan pengukuran fisik lapangan, pemetaan spasial berbasis GIS, dan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun akuifer batuan vulkanik mendukung retensi air, terjadi penyusutan debit signifikan di Sumber Dharmi dari 42 l/detik menjadi 32 l/detik, yang direspons melalui tiga pilar tata kelola lingkungan: adaptasi spasial berupa zonasi distribusi air antara HIPPAM dan Perumdam, konservasi vegetatif di area hulu melalui penanaman spesies pengikat air secara kolaboratif, serta sinergi sosiokultural yang memadukan kearifan lokal "Selamatan Sumber" dengan kebijakan formal seperti program "Satu Akte Satu Pohon" dan Perwali Nomor 18 Tahun 2020. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan fisik alamiah semata tidak cukup untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang, sehingga keberlanjutan sumber daya air sangat bergantung pada sinergi holistik dan inklusif antara adaptasi tata ruang, konservasi lingkungan, dan ketahanan sosiokultural kelembagaan.
