Hubungan Daya Tarik Wisata dengan Minat Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Blackcanyon, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan
DOI:
https://doi.org/10.15294/geoimage.v15i2.62631Keywords:
tourist attraction, visiting interest, Blackcanyon Petungkriyono, ecotourism, tourism geographyAbstract
Kabupaten Pekalongan menetapkan Kecamatan Petungkriyono sebagai Kawasan Strategis Pariwisata, dengan Objek Wisata Blackcanyon sebagai destinasi unggulan yang kunjungannya terus meningkat meski akses jalan curam dan rawan longsor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat kunjungan wisatawan, mendeskripsikan daya tarik wisata Blackcanyon, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 98 responden yang ditentukan melalui accidental sampling dan rumus Slovin, dianalisis dengan deskriptif presentase, uji normalitas Kolgomorov-Smirnov, dan korelasi Pearson Product Moment berbantuan SPSS. Hasil menunjukkan minat kunjungan dipengaruhi oleh keunikan geomorfologi canyon, iklim pegunungan sejuk, aksesbilitas, citra destinasi, profil wisatawan petualangan, dan integrasi spasial dengan klaster wisata Petungkriyono. Daya tarik wisata Blackcanyon berada pada kategori tinggi, dengan korelasi positif sangat kuat terhadap minat kunjungan (r=0,951). Semakin tinggi daya tarik wisata, semakin tinggi pula minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian merekomendasikan peningkatan infrastruktur jalan, kuota kunjungan harian, serta kajian spasial (GIS) lanjutan bagi ekowisata Blackcanyon yang berkelanjutan.
