Pemetaan Kerawanan Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Margadana Kota Tegal
DOI:
https://doi.org/10.15294/geoimage.v15i2.65584Keywords:
Banjir, Kerawanan Banjir, Sistem Informasi Geografis, Weighted OverlayAbstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, akibat interaksi kondisi fisik wilayah dan penggunaan lahan yang berpotensi meningkatkan limpasan serta genangan. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis tingkat kerawanan banjir serta mengidentifikasi karakteristik wilayah pada setiap tingkat kerawanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penentuan tingkat kerawanan dilakukan melalui metode skoring, pembobotan, dan Weighted Overlay dengan mengintegrasikan enam indikator, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, elevasi, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak terhadap sungai. Observasi lapangan dilakukan untuk mendukung interpretasi hasil pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi menjadi dua kelas kerawanan, yaitu rawan seluas 566,11 ha (42,63%) dan sangat rawan seluas 761,89 ha (57,37%). Kelas sangat rawan mendominasi kawasan permukiman dan kawasan terbangun, sedangkan kelas rawan umumnya didominasi lahan pertanian, tambak, dan ruang terbuka. Observasi lapangan juga menunjukkan adanya pendangkalan saluran drainase di beberapa lokasi. Dengan demikian, kerawanan banjir terbentuk melalui interaksi kondisi fisik dan karakteristik penggunaan lahan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian geografi melalui penyediaan informasi spasial skala lokal yang dapat mendukung perencanaan wilayah dan pengurangan risiko banjir.
