Legal Standing SEXTORTION terhadap Anak sebagai Korban Penyebaran Konten Berbasis Eksploitasi Seksual Online: Studi Perbandingan Indonesia dengan Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.15294/ipmhi.v5i3.44621Keywords:
Sextortion terhadap Anak, Kedudukan Hukum, Hukum PerbandinganAbstract
Penelitian ini bertujuan merumuskan kedudukan hukum sextortion terhadap anak dalam sistem hukum pidana melalui studi perbandingan Indonesia dan Malaysia. Permasalahan utama terletak pada belum adanya klasifikasi yang tegas dalam hukum Indonesia, sehingga sextortion kerap diproses sebagai delik pemerasan atau kejahatan siber umum dan bukan sebagai kejahatan seksual terhadap anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum, serta analisis konseptual terhadap kepentingan hukum yang dilindungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia masih bersifat pengaturan yang tersebar dalam mengkualifikasikan sextortion, sementara Malaysia secara eksplisit menempatkan perbuatan tersebut dalam kerangka kejahatan seksual terhadap anak berbasis daring. Perbedaan tersebut berdampak pada orientasi perlindungan anak, konstruksi pembuktian, dan arah pemidanaan. Secara normatif, sextortion memiliki karakter utama berupa kontrol seksual melalui ancaman penyebaran konten bermuatan seksual, sehingga kepentingan hukum yang dilanggar adalah integritas seksual anak, bukan semata kebebasan individu dari ancaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sextortion seharusnya dikualifikasikan sebagai bentuk eksploitasi seksual anak berbasis online. Implikasinya, diperlukan penafsiran dan formulasi hukum yang secara tegas menempatkan sextortion dalam kerangka kejahatan seksual anak guna menjamin konsistensi perlindungan dan efektivitas penegakan hukum di ruang digital.
References
Alweni, Mohammad Kenny. “Kajian Tindak Pidana Pemerasan Berdasarkan Pasal 368 KUHP.” Lex Crimen 8, no. 7 (2019).
Arief, Barda Nawawi. Kebijakan Hukum Pidana. Kencana, 2010.
Chazawi, Adami. Pelajaran Hukum Pidana: Bagian 3 (Percobaan dan Penyertaan). Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2002.
ECPAT International, INTERPOL, and UNICEF Office of Research – Innocenti. Disrupting Harm in Indonesia: Evidence on Online Child Sexual Exploitation and Abuse. Florence, 2022.
Hakim, Lukman. Asas-Asas Hukum Pidana: Buku Ajar bagi Mahasiswa. Yogyakarta: Deepublish, 2020.
Harefa, Kezia Grace, and Wisnu Aryo Dewanto. “Child Grooming as Sexual Violence in Indonesia.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4 (n.d.): 2026. doi:10.61104/alz.v4i1.4083
Hera Putri, Kezia, Adila Fitriani, and Lilik SH Prihartini. “ANALISIS TERHADAP TINDAK KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE BERBENTUK ANCAMAN PENYEBARAN KONTEN INTIM NON CONSENSUAL.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence,Economic and Legal Theory (IJIJEL 1, no. 4 (2023). https://shariajournal.com/index.php/IJIJEL.
Ilyas, Ridwan. Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta: Rangkang Education Yogyakarta & PuKAP-Indonesia, 2012.
Indonesia Judicial Research Society (IJRS). Sextortion, Tindak Pidana Korupsi, serta Peluang Pengaturannya di Indonesia. Jakarta. Accessed February 19, 2026. https://ti.or.id/publikasi/sextortion/ID_briefing_paper_sextortion.pdf.
Interagency Working Group on Sexual Exploitation of Children. Terminology Guidelines for the Protection of Children from Sexual Exploitation and Sexual Abuse. Bangkok: ECPAT International, 2016.
Internet Watch Foundation. “Sextortion.” Internet Watch Foundation. Accessed February 17, 2026. https://www.iwf.org.uk/resources/sextortion/.
INTERPOL. “Crimes against Children,” n.d.
“Fighting Crimes Against Children Through Collective Action,” 2023. https://www.interpol.int/en/News-and-Events/News/2023/Fighting-crimes-against-children-through-collective-action.
“Fighting Crimes Against Children Through Collective Action.” International Criminal Police Organization (INTERPOL), 2023. https://www.interpol.int/en/News-and-Events/News/2023/Fighting-crimes-against-children-through-collective-action.
Kasman Ely, Faizah Anindita, Cecilia Febrina, and Simona Bustani. “Tindak Pidana Pemerasan Dalam Perspektif Budaya Hukum.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 3 (June 16, 2025): 1418–25. doi:10.61104/alz.v3i3.1346.
Kesehatan, Jurnal, Pasak Bumi Kalimantan, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Casman Casman, Nurlaila Fitriani, Bahtiar Bahtiar, Anung Ahadi Pradana, and Yanis Helfiyanti. “Portrait of Interaction Between the Internet, Pornography and Child Sexual Abuse in Indonesia.” Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan 4, no. 2 (2021). http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JKPBK.
Majeed, Nasir. “Approaches and Methodologies in Comparative Legal Studies: An Abstract Framework as Methodology.” PAKISTAN LANGUAGES AND HUMANITIES REVIEW 6, no. III (September 30, 2022). doi:10.47205/plhr.2022(6-iii)41.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum . Surabaya: Kencana, 2021
Maulana, Much. Rifqi, Arochman, and Ichwan Kurniawan. “Penguatan Literasi Digital Untuk Mencegah Ocsea (Online Child Sexual Exploitation And Abuse) Di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Islam Pekalongan.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1 (2025).
Mitchell, Kimberly J., Jennifer E. O’Brien, Lisa M. Jones, and Alli Puchlopek-Adams. “Law Enforcement Agency Practices and Policies for the Investigation of Child Sex Trafficking: Are Agencies Using Victim-Centered Approaches?” American Journal of Criminal Justice 50, no. 1 (February 1, 2025): 75–93. doi:10.1007/s12103-024-09776-6.
National Center for Missing & Exploited Children. 2024 Media Coverage: CyberTipline Success Stories. Alexandria, Virginia, 2024.
“Sextortion.” Accessed February 17, 2026. https://www.ncmec.org/theissues/sextortion.
Nurlaela Arifin, Ida. “Peran Yurisprudensi Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum Di Indonesia: Kajian Atas Putusan Mahkamah Agung.” YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan 2, no. 3 (September 28, 2024): 68–75. doi:10.59966/yudhistira.v2i3.1674.
Nuroniyah, Wardah. HUKUM PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA. Edited by Abdul Wahid. Jakarta: YAYASAN HAMJAH DIHA, 2022.
Online Child Sexual Exploitation and Abuse. “Online Child Sexual Exploitation and Abuse.” Accessed February 17, 2026. https://www.unodc.org/e4j/en/cybercrime/module-12/key-issues/online-child-sexual-exploitation-and-abuse.html.
Parliament of Malaysia. LAWS OF MALAYSIA Act 588 COMMUNICATIONS AND MULTIMEDIA ACT 1998, Laws of Malaysia § (n.d.).
Penal Code Malaysia (Act 574), Laws of Malaysia § (n.d.).
Sexual Offences Against Children Act 2017 (Act 792), Pub. L. No. Act 792, Laws of Malaysia (2017).
Pengadilan Negeri Pandeglang. Putusan Pengadilan Negeri Pandeglang Nomor 71/Pid.Sus/2023/PN Pdl (2023).
Permana, Fikri Chandra. “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku ‘Sekstorsi’ Dalam Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).” Jurist-Diction 5, no. 3 (May 30, 2022): 883–98. doi:10.20473/jd.v5i3.35776.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (2023).
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (2016).
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (2014).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pub. L. No. 44 Tahun 2008 (2008).
Rosedila, Shafa, and Rahtami Susanti. “Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Studi Komparatif Indonesia Dan Malaysia).” Jurnal Hukum Legalita 6, no. 2 (December 30, 2024): 91–99. doi:10.47637/legalita.v6i2.1481.
Septinita, Yohanna, Alma Cornella, and Rahmi Zubaedah. “Anak Yang Tereksploitasi Seksual Di Dunia Daring: Sebuah Tinjauan Sosiologi Hukum.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 2 (2024): 909–16. doi:10.5281/zenodo.10500441.
Solikin, Nur. Pengantar Metodologi Penelitian Hukum. Edited by Tim Qiara Media. CV. Penerbit Qiara Media, 2021. www.google.com.
UNICEF Indonesia. “Data Survei Baru: Hingga 56 Persen Insiden Eksploitasi Seksual Anak Terjadi Secara Daring di Indonesia,” 2022. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/data-survei-baru-hingga-56-persen-insiden-eksploitasi-seksual-dan-perlakuan-yang-salah.
UNICEF Office of Research – Innocenti. Ending Online Child Sexual Exploitation and Abuse. Florence, 2021. www.unicef.org.
UNICEF Office of Research – Innocenti, ECPAT International, and INTERPOL. Disrupting Harm in Indonesia: Evidence on Online Child Sexual Exploitation and Abuse. Florence, 2022.
United Nations Economic and Social Council. Resolution Adopted by the Economic and Social Council on 23 July 2019. New York, 2019.
United Nations Office on Drugs and Crime. “Online Child Sexual Exploitation and Abuse.” Accessed February 17, 2026. https://www.unodc.org/cld/en/education/tertiary/cybercrime/module-12/key-issues/online-child-sexual-exploitation-and-abuse.html.
“Online Child Sexual Exploitation and Abuse.” Education for Justice (E4J) Cybercrime Module 12. Accessed February 17, 2026. https://www.unodc.org/e4j/en/cybercrime/module-12/key-issues/online-child-sexual-exploitation-and-abuse.html.
Study on the Effects of New Information Technologies on the Abuse and Exploitation of Children. Vienna, 2015.
WeProtect Global Alliance. GLOBAL THREAT ASSESSMENT. London, 2021
Global Threat Assessment 2023 Press Release. London, 2023.
Global Threat Assessment 2023 Press Release. London, 2023.
Wolbers, Heather, Timothy Cubitt, Renee Carter, and Sarah Napier. “The Impacts of Sexual Extortion on Minors: A Systematic Review.” Australian Institute of Criminology, no. Trends & Issues in Crime and Criminal Justice No. 710 (2025).
Zagitha, Maria, Aerogya Japira, Indra Wisnu Wibisono, and Jessy Ismoyo. “Strategi Pencegahan Tindakan Transaksi Eksploitasi Seksual Anak Secara Online Oleh ECPAT Indonesia Tahun 2022–2024.” JPAI 6 (2025). doi:10.35801/jpai.6.2.2025.62425.








