Jejak Perlawanan Ulama di Jawa: Studi Tentang Pemberontakan Abdul Kadir Tahun 1763

Authors

  • Reza Khoirul Huda Pendidikan Sejarah, Universitas Sebalas Maret Author
  • Miskah Arih Hilmy Pendidikan Sejarah, Universitas Sebelas Maret Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/jih.v14i1.46165

Keywords:

ulama, pemberontakan, Abdul Kadir, otoritas politik, otoritas agama

Abstract

Artikel ini mengkaji pemberontakan Abdul Kadir tahun 1763 sebagai bentuk perlawanan ulama pedesaan di Jawa terhadap perubahan konfigurasi otoritas politik dan keagamaan di Jawa pada abad kedelapan belas. Fokus utama penelitian ini adalah menjelaskan relasi historis antara ulama, keraton, dan Kompeni, serta bagaimana marginalisasi ulama oleh kekuasaan keraton dan intervensi kolonial mendorong lahirnya resistensi berbasis religius. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan bertumpu pada arsip kolonial Overgekomen Brieven en Papieren dengan nomor bundel 3094 dan 3157. Serta sejumlah sumber sekunder yang terdiri dari buku, catatan, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdul Kadir adalah figur ulama karismatik yang memiliki basis sosial-keagamaan kuat di pedesaan dan mampu memobilisasi pengikut dalam jumlah signifikan. Gerakannya adalah cerminan dari ketegangan panjang antara otoritas ulama, keraton, dan kompeni. Pemberontakan ini juga memperlihatkan bahwa gerakan Islam di Jawa paruh kedua abad delapan belas memiliki dimensi politik yang penting, sekaligus menjadi bagian dari dinamika resistensi terhadap dominasi kekuasaan yang selama ini kerap direduksi sebagai kerusuhan sporadis. Dengan demikian, studi ini menegaskan kembali peran ulama sebagai aktor sosial-politik, bukan hanya sekedar cendekiawan religi dalam sejarah Jawa.

Downloads

Published

2026-07-01

Article ID

46165