STRATEGI MANAJEMEN KELAS RESPONSIF BUDAYA DI PAPUA:ANALISIS TANTANGAN DAN ADAPTASI LINGUISTIK MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.15294/jlj.v15i1.36188Keywords:
Classroom Management,, Culturally Responsive, Linguistic Adaptation, Papua, MultiethnicAbstract
Lingkungan multietnis di Jurusan Pendidikan Komputer menjadi dasar dari tantangan manajemen kelas serta kebutuhan adaptasi bahasa dalam kerangka Culturally Responsive Classroom Management (CRCM). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, data kuantitatif diperoleh dari 32 mahasiswa melalui kuesioner skala likert dan data kualitatif didapatkan dari 10 wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran dosen dinilai posited dan adil, mampu mendorong partisipasi dan menengahi perbedaan (rata-rata indikator peran dosen ≥4,0). Kendala utama muncul dari interaksi antarmahasiswa, yakni perasaan sungkan, kurang percaya diri, dan perbedaan logat atau dialek yang menghambat pemahaman materi pembelajaran dan diskusi (indikator hambatan rata-rata 3,7–3,8), disertai preferensi berdiskusi dalam kelompok homogen berdasarkan daerah (rata-rata 4,3). Analisis tematik menegaskan enam domain penyebab yang saling berkelindan—bahasa dan sosiolinguistik, psikologis, dinamika kelompok, desain pembelajaran, lingkungan-budaya, serta fasilitas-kebijakan—yang berujung pada inklusivitas yang belum substantif. Rekomendasi menekankan normalisasi eksplisit keragaman dialek, penyediaan scaffolding linguistik termasuk code-switching terarah, desain tugas kolaboratif lintas kelompok dengan struktur peran aman, serta aturan kelas yang menjamin keselamatan psikologis. Dengan demikian, keragaman bahasa dan budaya di Papua diposisikan sebagai sumber daya pedagogis untuk memperkuat partisipasi dan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi.