Pembentukan Karakter dan Optimalisasi Budaya Gerak Melalui Permainan Tradisional

Authors

  • Fajar Awang Irawan Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author https://orcid.org/0000-0002-0508-267X
  • Dhias Fajar Widya Permana Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author https://orcid.org/0009-0004-4779-7915
  • Aziz Amrulloh Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author https://orcid.org/0009-0003-6210-6740
  • Primawati Suciani Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Inayatun MI Lerep, Indonesia Author
  • Devina Lutfiani Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Nonik Rahesti Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Ulfatul Azizah Awaliyyah Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Revi Meyrdiansyah Fatma Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Safina Azzahra Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author
  • Intan Septi Kartika Universitas Negeri Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/jpoi.v2i1.33774

Keywords:

Permainan tradisional, Budaya Aktif Gerak, Pendidikan, Keterampilan Sosial, Kesehatan Anak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran permainan tradisional dalam membangkitkan semangat budaya aktif gerak pada 150 siswa MI Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh aktivis, relawan, dan penggiat dari Universitas Negeri Semarang, artikel ini menganalisis dampak permainan tradisional terhadap kesadaran budaya, aktivitas fisik, dan kemampuan sosial anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dan praktik permainan tradisional seperti Bakiak, bekel, ketapel, dan egrang bambu berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memupuk nilai-nilai kolaborasi, dan melestarikan warisan budaya. Keterlibatan seluruh sampel membuktikan bahwa permainan tradisional masih sangat relevan dan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan gawai. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum sebagai sarana pendidikan yang menyeluruh.

Downloads

Published

2026-03-02

Article ID

33774

Issue

Section

Articles