Revitalisasi Permainan Tradisional Balap Karung sebagai Sarana Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya
DOI:
https://doi.org/10.15294/jpoi.v2i2.41283Keywords:
Permainan Tradisional, balap karung, pendidikan karakter, pelestarian budayaAbstract
Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter. Namun, seiring perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, keberadaan permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional balap karung sebagai sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya di SDN Samban 02. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa SDN Samban 02 yang dilibatkan secara aktif dalam rangkaian kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung permainan balap karung di lapangan sekolah. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai sejarah, manfaat, dan nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional. Selanjutnya, demonstrasi dilakukan untuk memperagakan cara bermain balap karung yang benar dan aman, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh seluruh siswa dengan pendampingan tim mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti kegiatan permainan tradisional balap karung. Melalui permainan ini, siswa mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kerja sama, disiplin, dan kebersamaan. Selain itu, aktivitas balap karung juga mendorong peningkatan aktivitas fisik dan kemampuan motorik siswa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional balap karung merupakan media yang efektif dan menyenangkan untuk pendidikan karakter serta pelestarian budaya di lingkungan sekolah dasar.