Pelestarian Budaya Lokal Melalui Implementasi Permainan Tradisional Pada Anak Era Digital di Desa Boja

Authors

DOI:

https://doi.org/10.15294/jpoi.v2i2.62004

Keywords:

Permainan Tradisional, Pelestarian budaya, anak, era digital, pengabdian masyarakat

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola aktivitas bermain anak, sehingga permainan tradisional mulai tergeser oleh permainan berbasis gawai. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, serta pemahaman anak terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal pada anak-anak di era digital. Kegiatan dilaksanakan melalui Program UNNES GIAT 16 di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dengan melibatkan 16 anak sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik bermain, dan evaluasi. Permainan tradisional yang diperkenalkan meliputi lompat tali, engklek, dan abc lima dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap permainan. Selain meningkatkan aktivitas fisik, permainan tradisional juga mampu melatih koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, serta sportivitas antarpeserta. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan demikian, pengenalan permainan tradisional melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam menumbuhkan kembali minat anak terhadap permainan tradisional serta mendukung pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan era digital.

Downloads

Published

2026-08-31

Article ID

62004