Pengembangan Media Digital StorytellingIndonesia–Prancis Berbasis Pengalaman Autentik untuk Penguatan Kompetensi Interkultural Pembelajar FLE

Authors

  • Cinta Universitas Negeri Medan Author
  • Berkat Pahala Universitas Negeri Medan Author
  • Alexander Juni Klana Laia Universitas Negeri Medan Author
  • Musyahid Ali Universitas Negeri Medan Author
  • Ansi Br Tarigan Universitas Negeri Medan Author
  • Ansi Br Tarigan Universitas Negeri Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/scientia.v10i1.64311

Keywords:

digital storytelling, FLE, kompetensi interkultural, pengalaman autentik, media pembelajaran

Abstract

Perkembangan mobilitas akademik dan interaksi lintas budaya menuntut pembelajaran Français Langue Étrangère (FLE) tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga kompetensi interkultural. Namun, media pembelajaran FLE masih cenderung menggunakan materi konvensional yang belum optimal menghadirkan pengalaman budaya autentik dan ruang refleksi terhadap perbedaan budaya Indonesia–Prancis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media digital storytelling Indonesia–Prancis berbasis pengalaman autentik serta mengetahui karakteristik dan tingkat kelayakannya sebagai media pendukung pembelajaran FLE. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi ahli, revisi, uji coba terbatas, dan penyempurnaan produk. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima warga negara Prancis, lembar validasi ahli media dan materi, angket respons mahasiswa, wawancara, serta dokumentasi. Produk dikembangkan dalam bentuk website yang memuat lima cerita autentik, yaitu Une Journée à Paris, Le MarchéFrançais, Le Temps du Déjeuner, La Vie Étudiante en France, dan Les Fêtes et Traditions. Setiap cerita dilengkapi video autentik, deskripsi tema, kosakata kunci, dan pertanyaan refleksi interkultural. Media juga memiliki fitur Regards Croisés yang memuat dua Video Highlight Interkultural. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 83% dari ahli media dan 79% dari ahli materi, dengan rata-rata 81% berkategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memiliki karakteristik autentik, kontekstual, multimedia, bilingual, interaktif, dan reflektif sehingga berpotensi mendukung pembelajaran FLE yang mengintegrasikan bahasa dan budaya.

Downloads

Published

2026-10-10

Article ID

64311

Issue

Section

Articles