Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Pada Kesenian Wayang Suket

Authors

  • Ahmad Yusuf Haryanto Universitas Negeri Semarang Author
  • Eko Handoyo Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/ucej.v11i1.58233

Keywords:

Government Role, Cultural Preservation, Wayang Suket, Local Wisdom, Public Policy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dalam pelestarian kearifan lokal pada Kesenian Wayang Suket serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam upaya tersebut di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Wayang Suket merupakan kesenian tradisional khas Desa Wlahar, Kabupaten Purbalingga, yang terbuat dari rumput kasuran dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada tahun 2020. Namun demikian, kesenian ini menghadapi ancaman kepunahan serius akibat krisis regenerasi dan minimnya minat generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Kerangka teori yang digunakan meliputi Teori Kebijakan Publik Thomas R. Dye, Teori Peran, dan Teori Pelestarian Budaya (Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga telah menjalankan peran representatif sebagai regulator, edukator, dan fasilitator melalui: (1) Perlindungan berupa legitimasi hukum penetapan WBTb nasional dan pendataan dalam Dapobud; (2) Pengembangan melalui inovasi produk, promosi digital, serta integrasi pelatihan berkala; dan (3) Pemanfaatan dengan menjadikan Wayang Suket sebagai ikon daerah dalam festival budaya. Faktor penghambat meliputi kerumitan teknik anyaman, keterbatasan bahan baku musiman, dan program pembinaan yang masih bersifat insidental.

Downloads

Published

2026-07-01

Article ID

58233

Issue

Section

Articles