Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Ditinjau dari Linguistik Matematika  pada Problem Based Learning Bernuansa Etnomatematika Budaya Bima

Authors

  • Yuningsih Yuningsih Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.15294/ujmer.v1i1.12328

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis  merupakan salah satu kompetensi  yang di anggap penting dan harus dikuasai oleh seluruh siswa. Indikator kemampuan komunikasi matematis yang dibahas pada penelitian ini adalah (1) menyajikan masalah matematematika dalam bentuk objek (gambar, diagram dan tabel); (2) menyusun argumen dalam penyelesaian masalah matematika; (3) menerapkan rumus matematika dalam menyelesaikan masalah. Linguistik matematika adalah salah satu pendekatan yang dapat menghubungakan kemampuan matematis terutama dalam kemampuan komunikasi matematis. Linguistik matematika dapat mempengaruhi  tingkat kemampuan  komunikasi matematis siswa berdasarkan linguistik matematika rendah, sedang dan tinggi. Model pembelajaran yang mendukung  dalam peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa salah satunya adalah model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika budaya Bima. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis  kualitas pembelajaran  dengan model Problem Based Learning  bernuansa etnomatematika budaya Bima dalam meningkatkan kemapuan komunikasi matematis siswa, dan (2) menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari linguistik matematika siswa pada pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika budaya Bima. Metode penelitian ini adalah  metode mixed method dengan model sequantial eksplanatory. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 3 Bima dengan sampel  penelitian kelas VIII A sebagai kelas eksperimen  dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian kualitatif ditentukan berdasarkan linguistik matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji t dan uji z, sedangkan untuk analisis data kualitatif menggunakana uji keabsahan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian  diperoleh informasi  bahwa pembelajaran berkualitas  dengan perangkat pembelajaran  dan instrumen penelitian  dengan kategori baik dan keterlaksanaan pembelajaran   dengan kategori sangatt baik.  Penilaian hasil pembelajaran  dengan model  Problem Based Learning bernuansa etnomatematika budaya Bima lebih dari KKM 75, tuntas klasikal > 75%, rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa  dan proporsi ketuntasan  siswa kelas eksperimen  lebih tinggi dari kelas kontrol, dan terjadi peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada kelas eksperimen. Siswa dengan linguistik matematika rendah dan sedang hanya mampu menguasai 2 indikator kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan siswa dengan linguistik matematika tinggi mampu menguasai semua inikator kemampuan komunikasi matematis siswa.

Downloads

Published

2026-09-09

Article ID

12328