Analysis of Main Character in Novel The Oldman and The Sea by Ernest Hemingway
DOI:
https://doi.org/10.15294/vh.v6i2.26867Keywords:
main character, life, optimistic, lesson, valuesAbstract
Artikel ini menguraikan tentang karakter utama dari novel The Oldman and The Sea tulisan Ernest Hemingway, Santiago. Hemingway yang dikenal sebagai seorang jurnalis, atlet dan penulis berbagai cerita dan novel pendek dan yang paling terkenal dari tulisannya adalah The Oldman and The Sea yang dapat saja disebabkan karena motivasi yang disuguhkan dalam buku itu mengenai nilai dan pelajaran hidup manusia. Cerita tentang Santiago, digambarkan sebagai seorang pahlawan miskin, yang dicemooh oleh sesama nelayan karena tidak mendapatkan ikan setelah melaut selamat delapan puluh empat hari, disebut sebagai ‘salao’, bentuk yang lebih buruk dari kemalangan. Walaupun diejek, semangat Santiago tidak patah. Dirinya bahkan berkata kepada muridnya, Manoin, bahwa dia akan pergi jauh ke samudera luas untuk mengakhiri julukan itu. Artikel ini untuk menggambarkan motivasi Santiago yang berjuang sendiri di tengah laut yang mengupas karakter utama buku ini secara mendalam lewat ungkapan dan penjelasan yang tertuang dalam buku namun belum dibahas sebelumnya. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan analisa kualitatif yang menjelaskan karakter dari seorang nelayan tua. Berbagai teori mengenai buku tersebut, khususnya teori Meyer dan Taylor juga ditelusuri untuk mendukung analisis, selain novel itu sendiri, baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Lacak internet juga dilakukan yang menghasilkan kesimpulan mengenai nilai karakter seorang Santiago yang memiliki semangat yang tinggi.
This essay discusses the main character of novel The Old Man and The Sea written by Ernest Hemingway, Santiago. Known as a journalist, a sportsman and author of short novels and stories, Hemingway published several books throughout his life, but the most outstanding book among all is The Oldman and The Sea, that might be due to it brings motivational lessons and human values. The story started with Santiago, drawn as a poor hero, being mocked by fellow fishermen because of not getting fish after sailing for eighty-four days and has been considered ‘salao’, the worst form of unluckiness. Even though he was bullied, his spirit had never down. He even said to his apprentice, Manolin, that he would be gone far out into Gulf Stream to end that fate. This essay is to describe Santiago’s motivation in struggling alone in the sea, exploring the main character in the book that needs to be elicited deeper through the utterance and explanation expressed in the story that had not been studied before. The method used in this paper is library research and qualitative research to depict the old fisherman’s character. Several theory books especially Meyer and Taylor theory were studied to support the analysis, not to mention the novel itself, both in English and the Indonesian translated version, to getting additional references. Internet search has been done as well. It resulted in the conclusion and the description of Santiago’s worth characters to be vivid in spirit, optimistic and never give up.