Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Ngrawan Menuju Desa Tangguh Bencana Melalui Program KKN GIAT 12 UNNES
DOI:
https://doi.org/10.15294/vh.v6i2.33773Keywords:
Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM), Pelatihan Relawan, Tanah Longsor, DESTANAAbstract
Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang merupakan wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor sehingga diperlukan penguatan kapasitas masyarakat untuk mewujudkan desa tangguh bencana. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 12 Universitas Negeri Semarang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemandirian masyarakat melalui pendekatan partisipatif berbasis Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM). Metode yang digunakan meliputi pemetaan risiko partisipatif, focus group discussion (FGD) untuk penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Desa (RPBD), pelatihan relawan dengan pembagian peran (evakuasi, medis, logistik), serta simulasi evakuasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya dokumen RPBD yang disahkan pemerintah desa, terbentuknya 28 relawan dengan keterampilan teknis penanganan darurat, serta meningkatnya pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. Selain itu, kegiatan juga memperkuat ikatan sosial melalui praktik gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan warga. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas teknis dan sosial masyarakat Desa Ngrawan dalam menghadapi ancaman bencana, serta adanya keberlanjutan program melalui pengesahan RPBD dan pembentukan Tim Relawan Siaga Bencana dengan Surat Keputusan Kepala Desa.