Rendahnya Partisipasi Remaja Dalam Kegiatan Karang Taruna: Dampak Dan Strategi Peningkatan Di Dusun Banaran
DOI:
https://doi.org/10.15294/vh.v6i1.34978Keywords:
Banaraan Village, Karang Taruna, KKN, youth engagement, outreachAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akar penyebab rendahnya partisipasi pemuda dalam
Karang Taruna (organisasi kepemudaan) di Desa Banaram. Selain mengidentifikasi faktor-faktor
tersebut, penelitian ini juga berupaya memahami dampak rendahnya tingkat partisipasi ini terhadap
perkembangan sosial pemuda dan keberlanjutan organisasi. Tujuan akhirnya adalah
mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi pemuda, yang akan dicapai
melalui program penjangkauan masyarakat dalam kerangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Penelitian
ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data
meliputi observasi langsung, wawancara, dan penelitian dokumenter. Lebih lanjut, peneliti
melakukan kegiatan penjangkauan sebagai intervensi yang bertujuan untuk mengedukasi pemuda
tentang pentingnya menabung dan manfaat partisipasi aktif dalam Karang Taruna. Temuan
menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi pemuda dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk
jadwal padat yang mengharuskan mereka bersekolah di pesantren di luar desa, persepsi rendah diri
dalam memimpin organisasi kepemudaan, dan kurangnya keberagaman dan daya tarik dalam
kegiatan yang ditawarkan. Situasi ini mengakibatkan kinerja yang buruk dalam program
pengabdian masyarakat (Karang Taruna), potensi yang belum tergali di kalangan pemuda, dan
melemahnya rasa kebersamaan. Namun, hasil positif terlihat melalui kegiatan penjangkauan yang
dilakukan selama KKN. Beberapa pemuda mulai menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam
kegiatan Karang Taruna, meskipun partisipasinya masih relatif rendah. Studi ini terbatas dalam
data kuantitatif tentang partisipasi pemuda dan dalam jangka waktu yang terbatas, hanya mencakup
periode Karang Taruna. Temuan penelitian ini terutama bersifat kualitatif dan tidak dapat
sepenuhnya menggambarkan partisipasi pemuda.