Optimalisasi Keterampilan Penulisan Naskah Lakon Wayang melalui Strategi “SIMAK” bagi Para Dalang Muda Di Jawa Tengah
DOI:
https://doi.org/10.15294/vh.v6i2.40133Keywords:
dalang muda, metode ToT, penulisan naskah lakon wayang, strategi SIMAKAbstract
Penulisan naskah lakon wayang kulit berperan penting dalam kesuksesan pertujukan. Namun berdasar analisis situasi, para dalang muda di Jawa Tengah menghadapi berbagai persoalan mendasar, antara lain: rendahnya kompetensi menulis, minimnya pelatihan penulisan naskah, keterbatasan referensi di lapangan, serta belum tersedianya bahan ajar yang sistematis dan matang. Kondisi tersebut berdampak pada stagnasi kreativitas dan keterampilan dalang muda dalam menghasilkan skenario wayang kulit yang berkualitas. Tujuan program pengabdian ini untuk mengoptimalkan keterampilan menulis skenario pertunjukan wayang kulit bagi para dalang muda di Jawa Tengah. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode Trainer of Trainer (ToT). Metode ini dipadukan dengan strategi SIMAK (Semangat, Inovatif, Mandiri, Aktif, dan Kreatif) yang digunakan di dalam setiap tahap implementasi pelatihan. Metode ToT ini diterapkan melalui 4 tahapan yaitu tahap experience, tahap reflect, tahap form concept, dan tahap test concept. Hasil program menunjukan dua temuan utama, yaitu: (1) adanya kebutuhan nyata di lapangan terhadap pelatihan penulisan naskah lakon wayang kulit untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan para dalang muda; (2) produk naskah lakon wayang kulit yang ditulis peserta pelatihan dikategorikan memuaskan yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar -91,623 dengan taraf signifikansi α 0,000. Dengan demikian, kegiatan menulis naskah wayang kulit berimplikasi sebagai rujukan teoretis dan praktis bagi dalang muda di Jawa Tengah, mentor, serta peneliti selanjutnya dalam pengembangan pembelajaran seni pedalangan di Indonesia.