Sintesis Silika Gel Teraktivasi dari Pasir Kuarsa untuk Menurunkan Kadar ION Cu2+ dalam Air

S Susanti, N Widiarti, A T Prasetya

Abstract


Pasir kuarsa merupakan hasil alam yang melimpah dengan kandungan utama silika sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan silika gel. Penelitian ini mempelajari penurunan kadar ion logam Cu2+ dalam air menggunakan silika gel teraktivasi. Silika gel teraktivasi dibuat dari pasir kuarsa melalui proses sol gel. Karakterisasi silika gel teraktivasi menggunakan XRD dan metode BET. Hasil analisis dengan XRD menunjukkaan puncak pada 2?= 21,64 adalah tridymite dan fasa monoclinic. Analisis dengan metode BET menunjukkan bahwa silika gel kering teraktivasi memiliki luas permukaan dan pori-pori yang besar dengan luas permukaan 222,068 m2/g. Pada proses penurunan kadar ion Cu2+ digunakan variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi awal larutan Cu2+. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar ion Cu2+ oleh silika gel teraktivasi optimal pada pH 6 dengan waktu kontak 80 menit dan konsentrasi 30 ppm dengan kapasitas adsorpsi 0,0074 mg/g.

Quartz sand is an abundant natural product with the main content of silica so it can be utilized as the main ingredient in the manufacture of silica gel. This study studied the decrease of Cu2+ metal ion content in water using activated silica gel. Activated silica gel is made from quartz sand through sol gel process. Characterization of activated silica gel using XRD and BET method. The result of analysis with XRD showing peak at 2? = 21,64 is tridymite and monoclinic phase. The BET method analysis showed that the activated dry silica gel had a large surface area and pores with a surface area of 222.068 m2/g. In the process of decreasing levels of Cu2+ ions is used pH variation, contact time, and initial concentration of Cu2+ solution. The results showed decreased levels of Cu2+ ions by activated silica gel at optimally pH 6 with contact time of 80 min and concentration of 30 ppm with adsorption capacity of 0.0074 mg/g.


Keywords


quartz sand, activated silica gel, Cu2+ ions

Full Text:

PDF

References


Agustira R, Lubis KS & Jamilah. 2013. Kajian Karakteristik Kimia Air, Fisika Air Dan Debit Sungai Pada Kawasan DAS Padang Akibat Pembuangan Limbah Tapioka. Jurnal Online Agroekoteknologi 1(3): 2337-6597.

Cheremenisoff ON. 1987. Carbon Adsorption Hand Book, Science PublisherInc, Michigan, USA.

Fairus S, Haryono MH, Sugito & Agus S. 2009. Proses Pembuatan Waterglass Dari Pasir Silika Dengan Pelebur Natrium Hidroksida. Jurnal Teknik Kimia Indonesia 8(2): 56-62.

Ibrahim, DM. 2015. Optimasi adsorpsi Pb (II) Oleh Biomassa Aspergillus Niger Yang Diimobilisasi Silika Gel. Indo J Chem Sci 4(2): 81-83

Kalapathy U, Proctor A, Shultz J. 2002. An Improved Methood For Production of Silica From Rice Hull Ash. Biores Tech 85: 285 -289

Kartika E. 2009. Memperbaiki Kualitas Air Pengisi Broiler Di Pabrik Gula Sragi Dengan Cara Adsorpsi Ion Kesadahan Menggunakan Zeolit Alam Teraktivasi. Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang.

Marwati S, Regina TP & Marfuatun. 2009. Pemanfaatan Ion Logam Berat Tembaga (II), Kromium (II), Timbal (II),Seng (II) Dalam Limbah Cair Electroplating Untuk Pelapisan Logam Besi. Jurnal Penelitian Saintek 14(1): 17-40

Mujiyanti DR, Nuryanto & Eko SK. 2010. Sintesis Dan Karakterisasi Silika Gel Dari Abu Sekam Padi Yang Dimobilisasi Dengan 3-(Trimetoksisilil)-Propantiol. Sains Dan Terapan Kimia 4 (2): 150-167

Sembiring Z, Buhani, Suharso, & Sumadi. 2009. The Isothermic Adsorption of Pb(II), Cu(II) and Cd(II) Ions onNannochloropsis sp Encapsulated by Silica Aqua-Gel. Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lampung University. 9(1): 1-5.

Sriyanti, Taslimah, & Choiril A. 2005. Sintesis Kadmium (II) Pada Bahan Hibrida Amino-Silika Dari Abu Dekam Padi Melalui Proses Sol Gel. JKSA 8(1):1-12

Yahya NF. 2012. PenurunanKadar Crdan Pb dalam AirSumur Gali di Wilayah Industri Elektroplating menggunakan Silika Gel Kering Sekam Padi. Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negerti Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.