Pengaruh Pemberian Inokulan Legin dan Mulsa terhadap Jumlah Bakteri Bintil Akar dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Varietas Grobogan


Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pemberian inokulan legin dan mulsa terhadap jumlah bakteri bintil akar dan pertumbuhan tanaman kedelai varietas Grobogan. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian inokulan legin dengan empat perlakuan yaitu L0 (tanpa inokulan), L1 (5 g/kg benih), L2 (10 g/kg benih), L3 (15 g/kg benih). Faktor kedua adalah pemberian mulsa dengan dua perlakuan yaitu M0 (tanpa diberi mulsa) dan M1 (diberi mulsa). Hasil penelitian menunjukkan pemberian inokulan legin dan mulsa dapat meningkatkan jumlah bakteri bintil akar, tinggi tanaman, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Dosis terbaik dalam penelitian ini adalah pemberian inokulan legin 15 g/kg benih dan mulsa. Simpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulan legin dan mulsa berpengaruh terhadap jumlah bakteri bintil akar dan pertumbuhan tanaman kedelai varietas Grobogan.

This study aims to test the effectiveness inoculant legin and mulch for the number of bacteria nodule root and growth of Grobogan soybean varieties. The research design used is Group Randomized Design method with 8 combination of treatments and 4 repetation. The results showed that inoculant legin and mulch could increase the number of bacteria nodule root, plant height, wet weight of plant, and dry weight of plant. The best dose in this study was inoculant of legin 15 g / kg seed and mulch. Conclusion of research result showed that inoculant legin and mulch have an effect on the number of bacteria nodule root and soybean growth varieties of Grobogan.


Keywords


Legin, Mulch, Soybean

Full Text:

PDF

References


[PPPTP] Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. (2010). Deskripsi kedelai varietas Grobogan. http://pangan.litbang. pertanian.go.id/varietas-591.html [Diakses September 2017]

Arimurti S, Sutoyo & Winarsa R. 2000. Isolasi dan karakterisasi Rhizobia asal pertanaman pertanaman kedelai di sekitar Jember. J Ilmu Dasar 1 (2) :39-47.

Bareisis RG & Viselga. 2002. Trends in the development of potato cultivation technologies. Institute of Agricultural Enginering, Raudonddevaris. Lituania http://tehnika.eau.ee. (diakses April 2015)

Biswas JC, Ladha JK, & Dazzo FB. 2000. Rhizobia inoculation improves nutrient uptake and growth of lowland rice. Soil Sci Soc Am J. 64: 1644-1650.

Dierolf T, Fairhurst T & Mutert E. 2001. Soil Fertility Kit. Potash & Phosphate Institute of Canada.

Djajakirana G. 2001. Kerusakan tanah sebagai dampak pembangunan pertanian. Makalah disampaikan pada seminar petani Tanah Sehat Titik Tumbuh Ekologis di Sleman. 30 Oktober 2001

Hamdani JS. 2009. Pengaruh jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kentang (Solanum tuberosum L.) yang ditanam di dataran medium. J Agronomi Indonesia. 37 (1): 14-20

Haryadi SS. 1993. Pengantar agronomi. Gramedia. Jakarta

Haryuni. 2013. Perbaikan pertumbuhan dan hasil stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M) melalui aplikasi Trichoderma sp. Biosaintifika. 5 (2): 58-63

Hoflich G, Wiche W, Bucholz CH. 1995. Rhizosphere colonization of different crops with growth promoting Peudomonas and Rhizobium bacteria. Mikrobiol Res. 150: 139-147.

Khairul U. 2001. Pemanfaatan bioteknologi untuk meningkatkan produksi pertanian. Makalah Falsafah Sains. Program Makalah Falsafah Sains. Program Pasca Sarjana/S3. Institut Pertanian Bogor

Lay BW. 1994. Analisis mikroorganisme di laboratorium. Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.

Lahadassy J, Mulyati AM, Sanaba AH. 2007. Pengaruh konsentrasi pupuk organik padat daun gamal terhadap tanaman sawi. J Agrisistem. 3(6): 51-55.

Lament WJ. 1993. Plastic Mulches for the production of vegetable Crops. HortTechnology. 3(1): 35-39

Midmore DJ. 1983. The use of mulch for potato in the hot tropics. Circular. 2 (1):1-2.

Mulyadi A. 2012. Pengaruh pemberian legin, pupuk NPK (15:15:15) dan urea pada tanah gambut terhadap kandungan N, P total pucuk dan bintil akar kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Kaunia J Sains dan Teknologi. 8(1): 21-29

Mulyatri. 2003. Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).Jurnal Produksi tanaman 27(4) : 80-90

Noorhadi & Supriyadi. 2003. Pengaruh pemberian air dan mulsa terhadap iklim mikro pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) di tanah entisol. Sains Tanah 3(2) : 68-72

Noortasiah. 2005. Pemanfaatan bakteri Rhizobium pada tanaman kedelai di lahan lebak. Buletin Teknik Pertanian. 10(2): 57

Purwaningsih S. 2009. Populasi bakteri Rhizobium di tanah pada beberapa tanaman dari Pulau Buton, Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara. J Tanah Trop. 14(1): 65-70

Rukmana R & Yuniarsih Y. 1996. Kedelai Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.

Salisbury FB. 1995. Fisiologi Tumbuhan. IKIP Malang Press: Malang

Surtiningsih T, Farida & Nurhariyati T. 2009. Biofertilisasi bakteri Rhizobium pada tanaman kedelai (Glycine max (L) Merr.). Berk Penel Hayati. 15: 31-35.

Utama HN, Sebayang HT, Sumarni T. 2013. Pengaruh lama penggunaan mulsa dan pupuk kandang pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Varietas Potre Koneng. J Produksi Tanaman. 1(4):1-7

Wihardjo. 1997. Bertanam Semangka. Kanisius. Yogyakarta. 78 hlm


Refbacks

  • There are currently no refbacks.