Pemberian Kompos Daun Jati, Air Kelapa dan Limbah Cair Ampas Tahu Terhadap Hasil Tanaman Temulawak

Kusnadi Kusnadi

Abstract


Temulawak sebagai tanaman obat memiliki banyak khasiat, diantaranya meningkatkan kerja ginjal, anti inflamasi, obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, antikolesterol, antianemia, dan pencegah kanker. Untuk menghasilkan rimpang temulawak berkualitas, perlu upaya pembudidayaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menguji pemberian kompos daun jati, air kelapa, dan limbah cair ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil temulawak. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi pemberian kompos daun jati, air kelapa, limbah cair ampas tahu pada konsentrasi 0%, 25%, dan 50% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah anakan dan berat kering rimpang (g).Teknik analisis data digunakan analisis varian (anava) satu arah, dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Perlakuan dengan menggunakan air kelapa j1k2t2 dan j2k2t2 menghasilkan tinggi tumbahan dan berat rimpang temulawak yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sedangkan parameter pertumbuhan yang lainnya relatif sama, kecuali pada perlakuan j0k0t0. Tinggi tanaman temulawak yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 36,50 cm dan 38,70 cm. Berat rimpang yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 360, 30 g dan 365,60 g.


Keywords


kusnadi.adi87@gmail.com

Full Text:

PDF

References


Aerts R & Chapin FS. 2000. The mineral nutrition of wild plants revisited: A re-evaluation of processes and patterns. Advances in Ecological Research 30: 1-67.

Asmoro Y, Suranto, & Sutoyo. 2008. Pemanfaatan limbah cair tahu untuk peningkatan hasil tanaman petsai (Brassica chinensis). Jurnal Biologi. 5 (2): 2.

Danial M, Anny N, & Sanusi W. 2008. Pemanfaatan zeolit dan bokashi ampas tahu untuk menekan konsentrasi nikel dan meningkatkan pertumbuhan baby corn pada tanah tambang di Soroako. Jurnal Chemica. 9 (2): 8.

Ferry Y, Bambang ET, & Randriani E. 2009. Pengaruh intensitas cahaya dan umur panen terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas hasil temulawak di antara tanaman kelapa. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri, Sukabumi.

Kumar JLN, Sajish PR, Kumar FN, & Bhoi RK. 2010. Wood and leaf litter decomposition and nutrient and nutrient release from Tectona grandis Linn. f. in a tropical dry deciduous forest of Rajastan, Western India. Journal of Forest Science 26(1): 17-23.

Kusnadi K, & Tivani I. 2018. Pengaruh pemberian urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan rimpang dan kandungan minyak atsiri jahe merah. Kultivasi, 16(3):

Lubis E. 2013. Pengaruh pemberian limbah cair tahu dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L.(Merill). Jurnal Biologi, 18 (1): 88-95.

Seswita D. 2010. Penggunaan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh pada multiplikasi tunas temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) in vitro. Jurnal Littri 16(4): 135-140.

Setiawati T, Sanoesi S, & Muliati S. 2010. Pupuk daun dan air kelapa sebagai medium alternatif untuk induksi tunas anggrek Dendrobium Whom Leng in vitro. Jurnal Biotika 8(1): 4-54.

Supriyo H, Faridah E, Atmanto WD & Figyantika A. 2012. Effect of tree stands on litter biomass and carbon content in Wanagama Educational and Experimental Forest, Yogyakarta, Indonesia. Dalam : Proceedings of International Conference on New Perspectives of Tropical Forest Rehabilitation for Better Forest Functions and Management. Hardiyanto EB, Solberg S, & Osaki M (Eds). Faculty of Forestry Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. 136-139.

Supriyo H, & Prehaten D. 2014. Kandungan unsur hara dalam daun jati yang baru jatuh pada tapak yang berbeda. Jurnal Ilmu Kehutanan UGM. 8(2):

Syahid SF, & Kristina NN. 2010. Aklimatisasi temulawak hasil ZPT air kelapa alami di rumah kaca. (Laporan Hasil Penelitian). Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik.

Yong JW, Ge L, Ng YF, & Tan SN. 2009. The chemical composition and biological properties of coconut (Cocos nucifera L.) water. Molecules, 14(12): 5144-5164.

Yuliani & Rahayu YS. 2016. Pemberian seresah daun jati dalam meningkatkan kadar hara dan sifat fisika tanah pada tanah kapur. Prosiding Seminar Nasional Biologi. UNESA. ISBN: 978‐602‐0951‐11‐9.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.