APLIKASI ALAT RADIOGRAFI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN LAYANAN FOTO RONTGEN

Susilo -, Sunarno -, E Setiowati, L Lestari

Abstract


Sistem radiografi digital (RD) selama ini dianggap sebagai teknologi impor yang canggih,  mahal, dan memerlukan kemampuan sumber daya yang tinggi. Pengadaan secara built-in cenderung menyerap APBD cukup besar terutama untuk pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi, selain itu juga tidak memberi nilai tambah bagi struktur iptek daerah. Dalam upaya pengembangan sistem RD untuk aplikasi medis, penelitian ini mengembangkan sistem pencitraan radiografi digital untuk pengembangan layanan RS Daerah. Melalui penelitian ini, hasil penelitian terdahulu dikembangkan menjadi model prototipe aplikasi pencitraan medis yang dilengkapi dengan sistem pelindung radiasi, dan sistem penangkap gambar yang dibangun dari tabung kedap cahaya, intensifying screen bersama kamera CCD, dan pengolah citra. Hasil penelitian ini adalah berupa model prototype sistem pencitraan radiografi digital (tanpa film) untuk pemeriksaan fraktur tulang dan software analisis citra radiografi digital berbasis Matlab 7.1, sehingga pencitraan medis ini dapat diduplikasi oleh unit kendali mutu yang ada di rumah sakit kota/daerah.

 

Digital radiography system (RD) is considered as advanced and expensive imported technology, and it requires high resource capabilities. Built-in procurement tends to absorb substantial budget, especially for the implementation of regional autonomy and decentralization, but it also does not add value to the structure of the science and technology region. To develop the RD system for medical applications, this study developed a digital radiographic imaging system for the development of regional hospital services. Through this research, the results of previous studies developed a prototype model of medical imaging application that comes with the system of radiation protection and image capture system built from a light-tight tube, intensifying screen with a CCD camera and image processing. This study results a prototype model of digital radiography imaging system (without film) for examination of bone fractures and image of digital radiography software analysis based on Matlab 7.1, so that medical imaging can be duplicated by the quality control unit of city/regional hospital.


Keywords


digital radiography; intensifying screen; X-ray; medical imagining

Full Text:

PDF

References


Arbak K, Okkoza O, Karacan O, Kaya A, Gonullu U. 2000. Interobserver variability of interpretation of chest roentgenolograms. Tuberkuluz ve Toraks Dergisi 148(1): 47-51.

Jiang Y, Nishikawa RM, Schmidt RA, Toledano AY, Doi K. 2001. Potential of computer-aided diagnosis to reduce variability in radiologists’ interpretations of mammograms depicting micro-calcifications. Radiol. 220: 787–794.

Korner M, Weber CH, Wirth S, Pfeifer K, Reiser MF, Treitl M. 2007. Advances in digital radiography: Physical Principles and System Overview. RSNA. Radio Graphics. 27: 675–686. Published online 10.1148/rg.273065075.

Kotter E, Langer M. 2002. Digital radiography with large-area flatpanel detectors. Eur Radiol. 12: 2562-70.

Linuma G, Ushio K, Ishikawa T, Nawano S, Sekiguchi R, Satake M. 2002. Diagnostic of Gastric Cancers: Comparison of conventional radiography and digital radiography with a 4 million-pixel charge-coupled device. RSNA. Radiol. 214: 497-502.

Rowlands J The physics of computed radiography. 2002. Phys Med Biol. 47: R123-66.

Susilo, MT Maesadji, Kusminarto, Wahyu S.B. 2012. Kajian Fisika Indeks Keabuan dengan Teknik Radiografi Digital pada Pemeriksaan Tulang Metastatik. J Pendidikan Fisika Indonesia (JPFI). 8(1): 98-105.

Susilo, Sunarno, Azam M, Anam C. 2009. Rancang Bangun Sistem Pencitraan Radiografi Digital untuk Pengembangan Layanan RS Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Desentralisasi. Jakarta: Dikti. Laporan Penelitian Strategis Nasional tahun ke-1.

Susilo, Isa A, Kusminarto, Suparta GB, Nugroho W, Swakarma IK, 2007. Pengembangan System Radiografi Digital untuk Pemeriksaan Medis. Jakarta: Dikti. Laporan Penelitian Hibah Bersaing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.