ISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura)

YP Arum, Supartono -, Sudarmin -

Abstract


Daun kersen mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid yang merupakan senyawa obat dapat digunakan sebagai antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antimikroba ekstrak daun kersen terhadap Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah mengisolasi senyawa flavonoid dari daun kersen dengan menggunakan larutan etanol dan metanol. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan menggunakan IR dan UV-Vis. Selanjutnya sifat antibakteri flavonoid diujikan pada bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak hasil isolasi daun kersen merupakan senyawa flavonoid berupa auron, flavonol, dan flavon. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya puncak pada spketrum UV-Vis di daerah panjang gelombang 382 nm, 350 nm dan 323 nm serta diperkuat dengan munculnya serapan khas C=O dan –OH pada spektrum IR. Ekstrak hasil isolasi daun kersen dengan pelarut etanol dan metanol memiliki daya hambat terhadap bakteri yakni terbukti mempunyai sifat antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kersen semakin tinggi pula daya hambatnya terhadap bakteri. Ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri adalah pada ekstrak dengan konsentrasi 96% dengan pelarut metanol.

 

Cherry leaves can be used as a drug because it contains of flavonoid compounds, which contain antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory. The study was aimed to determine the antimicrobial strength of cherry leaf extract against Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus. This research used flavonoid compound from cherry leaves isolation method by using ethanol and methanol solvent. IR and UV-Vis was used to identify flavonoid, then flavonoid antibacterial properties was tested to Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus bacteria. The result showed that isolation of cherry leaf extract containing flavonoid compounds of auron, flavonols, and flavones. This was shown from the peak presence in UV-Vis spectrum of 382 nm, 350 nm,  and 323 nm wavelength and the appearance of absorption characteristic of C=O and –OH in IR spectrum. It turns out that cherry leaf isolation extract with ethanol and methanol has inhibitory capacity and antibacterial characteristics towards Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, and Staphylococcus aureus bacteria. So, the higher concentration of cherry leaf extracts the higher inhibition of bacteria, while the most effective extract concentration with methanol solvent is 96%.


Keywords


Muntingia calabura; flavonoids; antibacterial; compounds isolation

Full Text:

PDF

References


Amiruddin ZZ. 2007. Free radical scavenging activity of some plant available in Malaysia. Iran J Pharm Therap. 6: 87-91.

Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: ITB.

Markham KR. 1988. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Bandung: ITB.

Peoloengan M, Chairul, Iyep K, & Susan MN. 2006. Aktivitas antimikroba dan fitokimia dari beberapa tanaman obat. Seminar Nasional Teknologi. Bogor: Balai Penelitian Veteriner.

Duryatmo S & Yajri F. 2009. Kersen & Pare Kendalikan si Manis. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Sastrohamidjojo H. 1997. Spektroskopi Inframerah. Yogyakarta: UGM.

Siddiqua A, Premakuri KB, Roukiya S, Vithya & Savitha. 2010. Antioxidant activity and estimation of total phenolic content of Muntingia calabura by colorimetry. Int J Chem Tech Res. 2(1): 205-208.

Volk WA & Wheeler MF. 1993. Mikrobiologi Dasar. Edisi V. Jilid 1. Diterjemahkan oleh Adisoemarto S. Jakarta: Erlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.