FAUNA IKAN SILURIFORMES DARI SUNGAI SERAYU, BANJARAN, DAN TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS

D Bhagawati, MN Abulias, A Amurwanto

Abstract


Abstrak

__________________________________________________________________________________________

Sebagian besar Ordo Siluriformes hidup di perairan sungai, dan kelompok ikan ini memiliki morfologi yang sangat beragam. Suatu kajian telah dilakukan untuk mengetahui variasi morfologi, kekayaan spesies serta kelimpahan Ordo Siluriformes pada Sungai Serayu, Banjaran, dan Tajum yang melintas di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan secara acak kelompok, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Fauna ikan Siluriformes yang berhasil dikoleksi dari ketiga sungai adalah sebanyak tujuh spesies dan yang termasuk ke dalam familia Bagridae lima spesies, Clariidae satu spesies, serta Sisoridae sebanyak satu spesies. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda spesies pada anggota Siluriformes adalah adanya sirip lemak, perbandingan panjang sirip lemak dan sirip dubur, bentuk dan ukuran panjang sungut serta bentuk ujung sirip ekor. Secara umum keberadaan ikan Mystus nigriceps lebih melimpah dibandingkan keenam spesies lainnya.

Abstract

__________________________________________________________________________________________

Most of the order Siluriformes live in river, this the fish has various morphology diversities. This study was conducted to determine the morphology variations, species richness, and abundance of the order Siluriformes in Serayu, Banjaran, and Tajum River in Banyumas. The research method used explorative survey while the sample drawing used random sampling method, then the data were analyzed descriptively. The species of Siluriformes that were collected from three rivers belong to family Bagridae (seven species); Clariidae (one species), and Sisoridae (one species). The morphology characters that can be used to differentiate the Siluriformes member are the presence of adipose fin; the ratio of the length of adipose and anal fin; the shape and size of burble; and the shape of caudal fin. Generally, the existence os Mystus nigriceps is more abundant than six other species.


Keywords


Banjaran; Serayu, Siluriformes; species richness; Tajum

Full Text:

PDF

References


Affandi R, Sjafei DS, Rahardjo MF, & Sulistiono. 1992. Iktiologi. Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ahmad A, Nek SARTN, & Ambak MA. 2006. Preliminary study on fish diversity of Ulu Tungud, Meliau Range, Sandakan, Sabah. J Sustain Sci Manag. 1(2): 2126.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas. 2010. Laporan Pengujian Kualitas Air dan Sumber Air Kabupaten Banyumas tahun 2010. Pemda Kabupaten Banyumas.

Boyd CE. 1990. Water Quality in Pond for Aquaculture. Alabama: Alabama Agricultural Experiment Station. Auburn University. 482p.

Budiman A, Arief AJ, & Tjakrawidjaya AH. 2002. Peran museum Zoologi dalam penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati (ikan). J Iktiologi Indonesia. (2)2: 5l-55.

Burhanuddin AI. 2010. Ikhtiologi: Ikan dan aspek kehidupannya. Makasar: Yayasan Citra Emulsi.

Davis C. 1955. The Marine and Freshwater Plankton. Michigan: Michigan State University Press. 562 p.

Hee NH & Hui TH. 2002. Redescription of Acrochordonichthys ischnosoma Bleeker, 1858 apoorly known species of akysid catfish (Teleostei: Sluriformes) from Sumatra and Java. Raffles Bull Zool. 50(2):449-452.

Kar D, Nagarathna AV, Ramachandra TV, & Dey SC. 2006. Fish diversity and conservation aspect in an aquatic ecosystem in Northeastern India. Zoos Print J 21(7): 23082315.

Kottelat M & Whitten T. 1996. Freshwater Biodiversity in Asia LTith Special Reference to Fish. Washington DC: The World Bank.

Kottelat M, Whitten AJ, Kartikasari SN & Wiroatmodjo S. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Edisi Dwi Bahasa Inggris-Indonesia. Periplus Edition (HK) Ltd. Bekerjasama dengan Kantor Menteri KLH, Jakarta, Indonesia

Pulungan CP. 2009. Fauna ikan dari Sungai Tenayan, anak sungai Siak, dan rawa di sekitarnya, Riau. Berkala Perikanan Terubuk. 37(2): 78-90

Rahardjo MF, Sjafei DS, Affandi R, Sulistiono, & Hutabarat J. 2011. Iktiology. Bandung: Lubuk Agung.

Ross R. 1997. Fisheries Conservationand Management. USA: PrenticeHall, Inc.

Saanin H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid 1 dan 2. Jakarta: Bina Cipta.

Sutandar SD. 2002. Analisis Kelembagaan Irigasi dalam Rangka Desentralisasi Pengelolaan Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Tajum Kabupaten Banyumas). Tesis. IPB. Bogor.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2004 tentang Pengesahan Cartagena Protocol on Biosafety to The Convention on Biological Diversity (Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati Atas Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati)

Weber M & de Beaufort LF. 1913. The Fishes of the Indo-Australian Archipelago II. Malacopterygii, Myctophoidea, Ostariophysi: I. Siluridea. Leyden: EJ.Brill.

Wooton J. 1991. Ecology of Teleost Fishes. New York: Chapman &Hall.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.