EKSTRAKSI MINYAK KENANGA (Cananga odorata) UNTUK PEMBUATAN SKIN LOTION PENOLAK SERANGGA

GWP Sari, Supartono -

Abstract


Keberadaan serangga seperti nyamuk Aedes aegypti dan lalat sering menimbulkan gangguan bagi manusia. Salah satu cara untuk menghindari gangguan serangga tersebut adalah dengan memakai anti serangga berbentuk lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak kenanga hasil ekstraksi minyak kenanga sebagai sediaan lotion anti serangga. Senyawa caryophyllene, linalol, dan geraniol dalam minyak kenanga menghasilkan aroma yang menyengat dan tidak disukai oleh serangga. Minyak kenanga diperoleh dari destilasi uap dan air bunga kenanga. Karakterisasi fisik minyak menunjukkan hasil yang sesuai dengan SNI 06-3949-1995 yaitu warna kuning muda, bau khas minyak kenanga, berat jenis 0,906 gr/ml, dan indeks bias 1,498. Analisis komponen penyusun minyak kenanga menggunakan spektrofotometer IR dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) menunjukkan adanya senyawa trans-caryophyllene sebesar 39,07% sebagai senyawa utama minyak kenanga. Hasil karakterisasi sediaan lotion menunjukkan bahwa minyak memiliki pH rata-rata 6,50, homogen, dan bau khas minyak kenanga. Total mikroba adalah sebanyak 1 koloni pada formula lotion dengan penambahan metil paraben sedangkan daya repellent mencapai 90,58% pada formula lotion dengan konsentrasi minyak kenanga 2,5%. Lotion minyak kenanga dapat digunakan sebagai repellent atau penolak serangga. Pengaplikasian minyak kenanga dalam sediaan lotion dapat dilakukan secara langsung pada saat pembuatan lotion.


The presence of insects such as Aedes aegypti mosquito and flies often cause nuisance to humans. One way to avoid these insects is to apply insect repellent lotion. The study aimed to determine the effectiveness of the extracted ylang oil as an insect repellent preparation. Compounds such as caryophyllene, linalool and geraniol in ylang oil produce pungent aroma and is not favored by insects. Ylang oil is obtained from water and steam distillation of ylang flowers. The physical characterization of the oil showed that the oil was in compliance of SNI 06-3949-1995 i.e. light yellow color, characteristic odor ylang oil, density of 0.906 g/ml and refractive index of 1.498. Analysis of the components of ylang oil using IR spectrophotometer and Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) showed the presence of trans-caryophyllene by 39.07% as the main compound of ylang oil. The result of characterization on lotion preparation showed that oil had an average pH of 6.50, homogeneous, and distinctive smell ylang oil. Total microbial count was 1 colony on lotion formula with the addition of methyl paraben and the repellent power was 90.58% in a lotion formula containing ylang oil concentration of 2.5%. Ylang oil lotion can be used as an insect repellent. The application of ylang oil in the lotion preparation may be directly at the time of the making of lotion.



Keywords


repellent; skin lotion; ylang oil

Full Text:

PDF

References


Agustin R, Oktadefitri Y & Lucida H. 2013. Formulasi krim tabir surya dari kombinasi etil p-metoksinamat dengan katekin. Prosiding Seminar Nasional Perkembangan Terkini Sains Farmasi dan Klinik III. Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Padang: 184-198.

Amelia D. 2011. Perbandingan minyak atsiri bunga kenanga segar dan bunga kenanga layu (Cananga odorata ). Skripsi. FMIPA Universitas Islam Indonesia.

Kardinan A. 2004. Pestisida Nabati, Ramuan dan Aplikasinya. Jakarta: Penebar Swadaya.

Moestafa. 1996. Kenanga Nabire Irian Jaya Plasma Nutfah yang Belum Dilirik Industri. Laporan Penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian.

Rachmawati RC, Rernowati R & Juswono UP. 2013. Isolasi minyak atsiri kenanga (Cananga odorata) menggunakan metode destilasi uap termodifikasi dan karakteristiknya berdasarkan sifat fisik dan KG-SM. Kimia Student Journal 1: 276-282.

Roudhatini. 2013. Uji efektivitas sediaan gel anti jerawat minyak atsiri daun jeruk sambal (X Citrofortunella microcarpa (Bunge) Wijuands) terhadap Propionibacterium acnes dan Siaphylococcus epidermidis. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN 1: 1-15.

Warsinah, Kusumawati K & Sunarto. 2011. Identifikasi senyawa antifungi dari kulit batang kecapi (Sandoricum koetjape) dan aktivitasnya terhadap Candidia albicans. Majalah Obat Tradisional 16: 165-173.

Widoyono. 2005. Penyakit Tropis, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasan. Jakarta: Erlangga.

Yuniarsih E, Sulistiawati S & Farida. 2010. Uji efektivitas losion repellent minyak mimba (Azadirachia indica A. Juss) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.