FITOREMEDIASI KADMIUM (CD) PADA LEACHATE MENGGUNAKAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.) (STUDI KASUS TPA JATIBARANG)

K N Zamhar, N K Dewi

Abstract


Leachate TPA Jatibarang yang tercemar kadmium (Cd) kemungkinan dapat dibersihkan secara fitoremediasi menggunakan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kangkung air sebagai fitoremediator dalam menyerap Cd dalam leachate TPA Jatibarang. Sebelum penelitian, dilakukan uji pendahuluan kandungan Cd dalam leachate maupun dalam kangkung air. Kangkung diaklimatisasi dalam air bersih selama 3 hari, selanjutnya ditimbang seberat 300 gram kemudian diletakkan ke dalam ember berisi 10 L leachate. Sampel leachate dan organ tanaman diambil setiap 2 hari sekali (2 hari, 4 hari, 6 hari, dan 8 hari). Faktor intensitas cahaya diambil setiap hari pada pukul 08.00-09.00 WIB menggunakan lux meter, sedangkan nilai pH dan suhu leachate diukur menggunakan kertas indikator pH dan termometer sebelum dan sesudah perlakuan. Perameter yang diamati adalah akumulasi Cd dalam akar, batang, dan daun kangkung air pada masing-masing lama waktu pananaman. Akumulasi Cd diukur dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Data penyerapan Cd dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu kangkung air ditanam dalam leachate berpengaruh terhadap akumulasi Cd pada tanaman. Penyerapan Cd oleh kangkung air mencapai jenuh pada hari ke-8 dengan total penyerapan 0,052 ppm. Akumulasi Cd paling besar pada akar kangkung yaitu 0,023 ppm.

Cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarangs leachate can be cleaned by phytoremediation using water spinach (Ipomoea aquatica Forsk.). This research aimed to determine the ability of the water spinach as a fitoremediator in adsorb cadmium (Cd) that contained in TPA Jatibarangs leachate. The research was conducted by using a randomized completely design (RCD) factorial, with longer treatment planted time in leachate water spinach was 0 day, 2 days, 4 days, 6 days, and 8 days respectively. The observed parameters of Cd accumulation in roots, stems, and leaves of water spinach in each long exposure time, as well as temperature, pH, and light intensity in research location. Analyses of Cd accumulation was AAS (Atomic Absorption Spectrofotometry). Data analyzed using Anova and then a LSD with significance level 95%. The results showed that the duration of the water spinach planted in leachate effect on Cd accumulation in plant. The adsorption of Cd in water spinach was reached the saturation at 8th days with a total adsorption 0.052 ppm. The greatest Cd accumulation in plant organs water spinach was in root that is 0.023 ppm.


Keywords


Cadmium phytoremediation; leachate; TPA Jatibarang

Full Text:

PDF

References


Agusetyadevy I, Sri S, & Endro S. 2012. Fitoremediasi Limbah yang Mengandung timbal (Pb) dan kromium (Cr) dengan Menggunakan Kangkung Air (Ipomoea aquatica). (Tugas Akhir). Semarang: Universitas Diponegoro.

Agustinus MD. 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengangkutan Mineral pada Tumbuhan. On line athttp://zonabawah.blogspot.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_ 16.html[diakses tanggal 28 April 2014].

Darmono. 2011. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta: UI Press.

Dewi NK. 2004. Penurunan Derajat Toksisitas kadmium terhadap Ikan Bandeng (Chanos chanos Forskal) Menggunakan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes, (Mart.) Solms) dan Fenomena Transpornya. (Tesis). Semarang: Universitas Diponegoro.

Lestari S, Santoso S, & Anggorowati S. 2011. Efektivitas Enceng Gondok (Echhirinia crassipes) dalam Penyerapan kadmium (Cd) Pada Leachate TPA Gunung Tugel. Jurnal Molekul, 6(1): 25-29.

Lestari W. 2013. Penggunaan Ipomoea aquatic Forsk. untuk Fitoremediasi Limbah Rumah Tangga. Dalam: Prosiding Seminar FMIPA Uneversitas Lampung, hal. 441-445.

Liong S, Alfian N, Paulina T & Hazirin Z. 2009. Dinamika Akumulasi kadmium pada Tanaman Kangkung Darat. Journal Indonesia Chimica Acta, 2 (1): X-Y.

Moenir M. 2010. Kajian Fitoremediasi sebagai Alternatif Pemulihan Tanah Tercemar Logam Berat. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan dan Pencemaran Industri, 1(2): 115-123.

Monita R, Tarzan P, & Djoko B. 2013. Kandungan Klorofil Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) akibat Pemberian Logam Kadmium (Cd) pada Berbagai Konsentrasi. Journal Lentera Bio 2(3): 247-251.

Mulyani S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Nuruddin F. 2012. Penggunaan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk.) untuk Mengurangi Konsentrasi Unsur Besi dan Tembaga Menggunakan Sampel Kali Jagir di Surabaya. Malang: Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya.

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah.

Wulandari R, Tarzan P & Winarsih. 2014. Kemampuan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) dalam Menjerap Logam Berat kadmium (Cd) Berdasarkan Konsentrasi dan Waktu Pemaparan yang Berbeda. Journal Lentera Bio 3(1): 83-89.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.