UJI KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X MERK/ TYPE MEDNIF/SF-100BY DI LABORATORIUM FISIKA MEDIK MENGGUNAKAN UNIT RMI

D Martina, Susilo Susilo, Sunarno Sunarno

Abstract


Pengujian kolimator merupakan salah satu program Quality Control (QC) pesawat sinar-X, salah satu pengujian kolimator dengan menggunakan unit RMI. Tujuan pengujian kolimator adalah untuk mengetahui kesesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dalam toleransi ? 2% Focus Film Distance (FFD) yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Penelitian dilakukan menggunakan variasi FFD pada jarak 117cm, 107cm, 97cm, 87cm, dan variasi faktor eksposi yang dibedakan pada besar tegangannya (kV). Dalam penelitian ini menggunakan unit radiograf digital (DR), tidak lagi menggunakan radiograf konvesional seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Penyimpangan atau ketidaksesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dilakukan dengan cara mengevaluasi batas tegas garis yang dibentuk oleh sumbu X dan sumbu Y, kemudian menentukan titik tengah antara batas tegas garis dan batas radiasi hambur. Hasil penyimpangan disimpulkan bahwa pesawat sinar-X tersebut mengalami penyimpangan melebihi toleransi ? 2% FFD yang terjadi pada bagian vertikal.

Testing collimator is one program of Quality Control (QC) plane of X-rays, a collimator testing using RMI unit. The purpose of testing is to determine the suitability collimator spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam in tolerance ? 2% Focus Film Distance (FFD), which have been determined by the Ministry of Health Decree No. 1250 / SK / XII / 2009. Studies have been conducted using variations of FFD is at a distance of 117cm, 107cm, 97cm, 87cm, and a variety of factors that distinguished the great eksposi voltage (kV). What distinguishes this study using digital radiographs unit (DR) is no longer using conventional radiographs as previous studies. Deviations or nonconformance spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam is done by evaluating well defined line formed by the X axis and Y axis, and then determine the midpoint between the firm boundaries and boundary lines scatter radiation. The results concluded that the irregularities plane X-rays are experiencing deviations exceed the tolerance ? 2% FFD that occurs in the vertical (Y_n).


Keywords


Collimator, Program Quality Control (QC), Digital Radiography

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2009. Kemenkes RI No. 1250/MENKES/SK/XII/2009. Pedoman Kendali Mutu (Quality Control) Peralatan radiodiagnostik. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Boddy M S. 2013. Pengaruh Radiasi Hambur Terhadap Kontras Radiografi Akibat Variasi Ketebalan Obyek Dan Luas Lapangan Penyinaran. Skripsi. Makassar: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin.

Bushberg J. 2001 The Essential Physics of Medical Imaging 2 th ed. New YorkLippingcotti William & Wilkins. New York

Chadidjah S. 2012. Penentuan ketepatan titik pusat berkas sinar Pada pesawat mobile x-ray sebagai parameter Kualitas kontrol di rsud. Prof. Dr. Hm. Anwar Makkatutu bantaeng. Skripsi. Makassar: FMIPA Universitas Hasanuddin.

Dwi S. 2008. Workshop Tentang Batas Toleransi Pengukuran Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X. Skripsi. Jakarta: Fisika Universitas Indonesia.

Fluke Biomedical. 2005. Nuclear Associates 07-661-7662 Collimator/Beam Alignment Test Tool. U.S.A: Fluke Corporation.

Susilo, Sunarno, E. Setiowati, L. Lestari. 2012. Aplikasi Alat Radiografi Digital dalam Pengembangan Layanan Rontgen. Jurnal MIPA, 35(2): 145-150

Wiyono A. 2010. Pengujian Kolimator dengan Menggunakan RMI Collimator dan Beam Alignment Test Tool pada Pesawat Sinar-X Merk Siemens Polymobile Plus di Instansi Radiologi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta. Skripsi. Semarang: Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Politeknik Kesehatan Depkes Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.