AKUMULASI CADMIUM (CD) PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V), DI SUNGAI KALIGARANG

R. Prabowo, P. Purwanto, H. R. Sunoko

Abstract


Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air). Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2) Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd) di Sungai Kaligarang, serta (3) mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V) yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.

Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality). This study aimes to (1) identify general description of Kaligarang water quality, (2) heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd ) in Kaligarang river and (3) identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters such as temperature, pH, BOD, DO of Kaligarang does not exceed the quality standard as applied by the classification of water quality class I. Parameter of heavy metals Cd in the water does not exceed the rules as set by the PP . No. 82 Th 2001 on management of water quality and red water pollution control. Heavy metal levelcontained in red wader is still below the quality standard as set by both FDR New Zealand, FAO, and SNI.7387.2009 about maximum level of heavy metal pollution in food.


Keywords


Kaligarang river; Red Wader fish; Cadmium

Full Text:

PDF

References


Amriani. 2011. Bioakumulasi Logam berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) Pada Kerang darah (Anadara granoza L) dan Kerang Bakau (Polymesoda bengalensis L) di perairan Teluk Kendari. Tesis. Program Maghister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Semarang

Argawala SP. 2006. Environmental Studies. Narosa publishing House PVT.LTD. New Delhi Chennai Mumbai Kolkata.

Babich H&G Stotzky. 2001. Infuence of Chemical Speciation On The Toxicity of Heavy Metals to The Mikrobiota. Dalam J.O. Nriagu 9eds). Aquatic Toxicology A. Wiley Interscience Publication. New York P. 1-46.

Clark RB. 1986. Marine Pollution. Clarendom Press, Oxford

Dewi NK. 2004. Penurunan Derajat Toksisitas Kadmium Terhadap Ikan Bandeng (Chanos Chanos Forskal) menggunakan Enceng Gondok (Eicchornia Crassipes (Mart) Solms) dan Fenomena Transportnya. Tesis. Program Magister Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Semarang.

Dewi NK. 2012. Biomarker pada Ikan Sebagai Bioindikator Pencemaran Logam Berat Kadmium Timbal dan Merkuri di Perairan Kaligarang Semarang. Disertasi. Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro. Semarang.

Forstner U& GTW Wittman. 1983. Metal Pollution In The Aquatic Environment. Springer Verlag. Berlin Heidelberg, New York, Tokyo, Germany.

Harsanto JB. 1997. Parameter dan Kriteria Pencemaran Lingkungan dalam Dasar Dasar Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Badan pengendalian dampak lingkungan (bapedal)- PPLH UGM, Yogyakarta.

Hutagalung, D.P, D. Setiapermana, dan S.H. riyono. 1997. Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota (Buku kedua). P3O LIPI.

Palar H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Priyanto N, Dwiyitno, Ariyani F. 2008. Kandungan Logam Berat (Hg, Pb, Cd, dan Cu) pada Ikan, Air dan Sedimen di Waduk Cirata, Jawa Barat. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. 3(1): 69-76.

Rochyatun E, Kaisupy MT, Rozak A. 2006. Distribusi Logam Berat Dalam Air dan Sedimen di Perairan Muara Sungai Cisadane. Jurnal Makara Sains. 10(1): 35- 40

Sastrawijaya AT. 2000. Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta. Surabaya

Soemirat J. 2005. Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Sunu P. 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. PT. Grasindo. Jakarta

Supriharyono.2000.Pelestariandan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Trimartuti NK. 2001. Akumulasi logam berat Cd Pada Ikan Lunjar (Rasbora argyrotaenia). Wader (Barbodes ballaroides) dan Nilem (Osteochillus haseltii) di kaligarang Semarang. Tesis. Yogyakarta; Universitas Gadjah Mada.

Widowati W, Sastiono A & R Yusuf. 2008. Efek Toksik Logam, Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta, Andi Offset.

Wisnu, Anugrerah M & Hartati A. 2000. Penyerapan Logam Berat Merkuri dan Kadmium Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Purifikasi. 1(2):

Withgott J & Brennan Scott. 2007. Environment: The Science Behind the Stories. San Fransisco; Pearson Benjamin Cummings


Refbacks

  • There are currently no refbacks.