MODEL PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PASCA SERTIFIKASI DI KOTA SEMARANG

Ngabiyanto -(1),


(1) Gedung C4 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pembinaan profesionalisme guru pasca sertifikasi guru dalam jabatan dan model pembinaannya. Metode penelitian adalah research and development (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PKn SMP/SMA/SMK Negeri di Kota Semarang memiliki katagori penilaian bervariatif dalam ke empat aspek kompetensi, mulai dari nilai tinggi hingga nilai rendah. Ke empat kompetensi itu adalah: (1) kompetensi paedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesiaonal. Simpulan penelitian menyatakan bahwa guru Pendidikan Kewarganegaraan meskipun telah memperoleh sertifikasi sebagai tanda keprofesionalannya, namun masih terdapat kompetensi yang heterogen dan tidak semua kompetensi tinggi nilainya.

 


This study aimed to gain insight into the professionalism of teachers coaching post-certification of teachers and models of supporting them. The research method is a research and development (R & D). The results showed that the Civics teacher competence SMP / SMA / SMK Negeri Semarang city has varied assessment category in the four aspects of competence, ranging from high value to low value. The four competencies are: (1) paedagogik competence, (2) personal competence, (3) social competence, and (4) competence profesiaonal. Conclusion The study shows that although the Citizenship Education teachers have obtained certification as a sign of professionalism, but there are a heterogeneous competencies and not all competencies highly valued.

Keywords

model of development Professionalism Certification

Full Text:

PDF

References

Borg R Walter,Gall Meredith, D.1996. Educational Research; An Intruduction, Fifth Edition; Longman.

Chamidi, Safrudin Ismi. 2004. “Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolahâ€, dalam Isu-isu Pendidikan di Indonesia: Lima Isu Pendidikan Triwulan Kedua. Pusat Data dan Informasi Pendidikan, Balitbang Depdiknas.

Direktorat Ketenagaan. 2006. Rambu-rambu Penyelenggaraan Pendidikan Profesional Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Ketenagaan Dirjen Dikti.

Dirjen Dikti Dir PPTK Depdiknas. 2002. Standar Kompetensi Guru Kelas SD-MI Program D-II PGSD. Jakarta: Depdiknas.

Gunawan, Ary H,1995. Kebijakan-Kebijakan Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Hamijoyo, Santoso S. 2002. Status dan Peran Guru, Akibatnya pada Mutu Pendidikan, dalam Syarif Ikhwanudin dan Dodo Murtadhlo. 2002. Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia Baru.Jakarta: Grasindo.

Indra Djati Sidi. 2002. Menuju Masyarakat Pembelajar: Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Jakarta:Paramadina dan Logos Wacana Ilmu.

Rich, John Martin. 1992. Inovation in Education: Reformers and Their Critics. New York: Cross Cultural Approach.

Rogers, Everett M. 1995. Diffusion of Innovation. New York: The Free Press.

Rokhman, Fathur dkk. 2005. Studi Kebijakan Pengelolaan Guru Di Era Otonomi Daerah dalam Rangka Peningkatan mutu pendidikan. Penelitian Balitbang dan Lemlit UNNES.

Suparno, Paul. 2004. Guru Demokratis di Era Reformasi Pendidikan.Jakarta: Grasindo.

Suryadi, Ace dan Dasim Budimansyah. 2004. Pendidikan Nasional Menuju Masyarakat Masa Depan. Jakarta: Genesindo.

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-undan No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Ngabiyanto -

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.