MEMBANGUN PERILAKU SADAR EKOLOGIS DAN EKONOMIS IBU RUMAH TANGGA MELALUI REORIENTASI PEMANFAATAN SAMPAH PERUMAHAN DI BTN BANYUNING INDAH

I Gede Astra Wesnawa, Putu Indra Christiawan, I Nengah Suarmanayasa

Abstract


Secara keruangan sampah rumah tangga adalah sampah paling besar yang dihasilkan di wilayah perkotaan, terutama pada bagian wilayah perkotaan yang digunakan sebagai kawasan perumahan. Pemukim BTN Banyuning Indah mayoritas adalah pendatang dengan mata pencaharian yang sangat heterogen. Kondisi ini mengakibatkan pemukim di BTN Banyuning Indah adalah produsen sampah terbesar di Kota Singaraja. Pemukim perumahan, khususnya ibu-ibu rumah tangga sebagai mitra adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah: (1) permasalahan sampah yang mengarah pada penurunan kualitas lingkungan, (2) pemanfaatan potensi jumlah sampah yang belum optimal dan (3) pengelolaan sampah yang masih konvensional. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, maka solusi yang ditawarkan dalam adalah membantu mitra dalam mengelola sampah secara kolektif-aktif dan berorientasi keuntungan ekologis dan ekonomis dengan: (1) membangun perilaku sadar ekologis dan ekonomis serta (2) mereorientasi pemanfaatan sampah. Program kemitraan ini dilaksanakan dengan pola pembinaan kepada mitra yang nantinya akan mengelola sampah perumahan


Keywords


Sadar Ekologis, Sadar Ekonomis dan Re-orientasi Pemanfaatan Sampah

References


Bargendra, Y. G. 2012. Pemetaan Persebaran Titik Penimbunan Sampah Ilegal Di Kota Singaraja. Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.

Christiawan, P. I., Citra, I. P. A., & Wahyuni, M. A. 2016. Penataan permukiman kumuh masyarakat pesisir di desa sangsit. Jurnal Widya Laksana, 5(2): 5259.

Damanhuri, E., & Padmi, T.2010.Pengelolaan Sampah. Bandung: ITB.

Environmental Protection Agency.2011.Fact and Figures Municipal Solid Waste In The United States.

Ichsan, B., Wibowo, B. H., & Sidiq, M.N.2015. Penyuluhan Pentingnya Sayuran Bagianak-Anak Di Tkaisyiyah Kwadungan, Trowangsan, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawatengah. Warta, 18(1): 2935.

Katz, E., & Oescsli, L.1993. Moving Beyond Antropocentrism: Environmental Ethics, Development, And The Amazon Environmental Ethic. Spring, 15: 4959.

Maryatun, & Indarwati. 2017. Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pengelolaan Posyandu Lansia Aktif Di Desa Jetis Sukoharjo. Warta, 20(1): 5560.

Parta, M. T. D.2012. Evaluasi Ketersediaan Prasarana Sarana Dan Utilitas Umum Pada Kompleks Perumahan Di Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.

Rahmawati, L. E., Santosa, J., & Muhroji.2015. IbM Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Pkb) GuruGuru Wilayah Ngawen Dan Klaten Utara Berbasis Kurikulum 2013. Warta, 18(2),: 135144.

Roesmidi, H., & Risyanti, R. 2006.Pemberdayaan Masyarakat (Cetakan2). Sumedang: Penerbit Al-qaprint Jatinangor.

Shrivasta, P. 1995. Ecocentric Management For A Risk Society. Academy of Management Review, 20(1): 118137.

Supriyanto, A., Santosa, A. B., & Basukianto.2016. Pengembangan usaha berbahan kain limbah dan velboa di kota semarang. Abdimas, 20(1):110.

Testiana, D., Mulyadi, D., & Faturrahman, A.2016. Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Dan Manajemen Pemasaran Melalui Web Bagi Pemilik Desa Wisata KandriSemarang. Abdimas, 20(1): 6165.

Thompson, S., & Barton, M. .1994. Ecocentric And Anthroposentric Attitudes Toward The Environment. Journal of Environment Psychology, 14:149157.

Widiyanta, A. 2005. Sikap Terhadap Lingkungan dan Religiusitas.Psikologia, I(2):8695.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.