Critical Netizenship Attitude: Program Pengembangan Sikap Kritis terhadap Kampanye di Media Sosial pada Pemilih Pemula Menjelang Tahun Politik 2018-2019

Abdul Haris Fitri Anto(1),


(1) Universitas Negeri Semarang

Abstract

Media sosial hari ini telah menjadi cara kampanye politik yang paling efektif. Namun media sosial juga menjadi sarang terjadinya negative campaign dan black campaign. Contohnya adalah pada pemilihan presiden tahun 2014 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Tim pengabdi mendapati fakta bahwa calon pemilih pemula yang berhak memilih pada 2019 menunjukkan sikap alienasi (apatisme) politik yang tinggi sebagai akibat dari negative dan black campaign di media sosial. Selain itu, para calon pemilih pemula adalah pihak yang paling rentan menjadi korban dari negative dan black campaign.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan sikap kritis calon pemilih pemula terhadap kampanye di media sosial. Penelitian ini melibatkan 122 mahasiswa calon pemilih pemula dalam pelatihan “critical netizenship attitudeâ€. Pretest-posttest dengan “critical netizenship attitude questionnaire†diberikan pada seluruh responden. Dalam penelitian ini tidak menggunakan kelompok kontrol dengan pertimbangan etis bahwa sikap kritis terhadap kampanye di media sosial adalah hak bagi semua calon pemilih pemula.

Hasil pengembangan dibahas dalam tiga komponen sikap: kognitif, afektif, konatif. Hasil dari perlakuan kognitif, afektif, dan konatif menunjukkan adanya perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Dalam hal kognitif, mereka lebih menguasai teori framing dan seluk beluk kampanye di media sosial. Secara afektif, emosi mereka lebih terasosiasi secara lebih tepat terhadap kampanye-kampanye di media sosial. Secara konatif, calon pemilih pemula telah terlibat aktif dalam memerangi black-campaign di media sosial.

Keywords

netizen; critical attitude; black campaign; pemilih pemula; media sosial

Full Text:

PDF

References

Akhmad Muawal Hasan. 2017. Sentimen anti cina di Indonesia awet usai pilkada Jakarta. https://tirto.id/sentimen-anti-cina-di-indonesia-awet-usai-pilkada-jakarta-cwpg. Diakses 20 Februari 2018

Damar, Agustinus Mario. 2018. Pengguna Internet di Indonesia tembus 143 Juta. http:// tekno.liputan6.com/read/3301353/pengguna-internet-di-indonesia-tembus-143-juta. Diakses 20 Februari 2018

Dirhantoro, Tito. 2016. Kampanye Politik Lewat Media Sosial dinilai lebih efektif. https://geotimes.co.id/berita/kampanye-politik-lewat-media-sosial-dinilai-lebih-efektif/. Diakses 20 Februari 2018

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. PT LKiS Pelangi Aksara: Yogyakarta

Hasan, Akhmad Muawal. 2017. Sentimen Anti-Cina di Indonesia Awet Usai Pilkada Jakarta. https://tirto.id/sentimen-anti-cina-di-indonesia-awet-usai-pilkada-jakarta-cwpg. Diakses 20 Februari 2018.

Hikmawati, S., & Hariyadi, S. (2017). KECENDERUNGAN ALIENASI POLITIK MAHASISWAUNNES (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGI POLITIK). Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 7(1), 1-5. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/INTUISI/article/view/11610

Kominfo.go.id. 2013. Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Jiwa. https://kominfo.go.id/ index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker. Diakses 20 Februari 2018

Puspita, Sherly. 2017. Imbas Pilkada DKI 2017, Jakarta raih skor toleransi terendah. http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/17/11210761/imbas-pilkada-dki-2017-jakarta-raih-skor-toleransi-terendah. Diakses 20 Februari 2018

Rahadian, Lalu. 2017. Pilkada ciptakan polarisasi warga seperti tahun 1965 dan 1998. https://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170406215136-516-205601/pilkada-ciptakan-polarisasi-warga-seperti-tahun-1965-dan-1998/. Diakses 20 Februari 2018

Rizqo, Kanavino Ahmad. 2017. Masjid ini tolak sholatkan jenazah pembela penista agama. https://news.detik.com/berita/3431691/viral-masjid-ini-tolak-salatkan-jenazah-pembela-penista-agama. Diakses 20 Februari 2018.

Sarwono, Sarlito W., dan Meinarno,Eko A., 2009. Psikologi Sosial, Salemba Humanika: Jakarta,

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License