PENINGKATAN PENYADARAN HUKUM TENTANG PENCEMARAN AIR BAWAH TANAH AKIBAT INTRUSI AIR LAUT DI DESA KEL DADAPSARI KOTA SEMARANG

Dian Latifiani, Anis Widyawati

Abstract


Ketersediaan air sebagai kebutuhan sehari-hari selain dari air PDAMjuga berasal dari air bawah tanah dengan cara membuat sumur bor. Namunsayangnya daerah Semarang Utara yang merupakan pemukiman padat pendudukdan industri dalam pembuatan sumur tidak memperhatikan aspek lingkungan. Pembuatan dan pengeboran sumur secara besar-besaran selalu meningkat daritahun ke tahun. Akibat dari pengambilan air bawah tanah secara berlebihan yaituterjadi penurunan ketinggian tanah yang berdampak pada turunnya permukaanair bawah tanah dan juga kualitas dari air bawah tanah tersebut. Pada daerahkecamatan Semarang Utara yang merupakan daerah yang berbatasan denganlaut Jawa, sangat dimungkinkan terjadinya intrusi air laut, akibat dari pembuatansumur bor secara besar-besaran. Air laut yang mengandung clorida (air asin)
apabila merembes kedalam air tanah pada tingkatan tertentu, akan menyebabkankualitas air bawah tanah turun dan tidak layak untuk dikonsumsi. Dapat dikatakantelah terjadi pencemaran air bawah tanah karena intrusi air laut.Untuk itudiperlukan sosialisasi peningkatan penyadaran hukum bagi masyarakat tentangpencemaran air bawah tanah akibat intrusi air laut. Model sosialisasi ini di pilihdengan pertimbangan untuk meningkatkan kesadaran hukum tentang perijinandalam membuat sumur bor. Tim melihat keseriusan dan antusias peserta dalammengikuti penjelasan mengenai penyebab terjadinya pencemaran air bawah tanah,akibat dari pencemaran air bawah tanah, mekanisme hukum untuk mencegahpencemaran air bawah tanah. Peserta pengabdian pro aktif dalam menanggapidan merespon penjelasan pemateri. Sosialisasi dilaksanakan secara terus menerusdan konsisten serta melibatkan stake holders yang terkait yaitu Pemerintah KotaSemarang, Dinas ESDM dan SDA kota Semarang.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.