UPAYA MENINGKATKAN CAPASITY BUILDING KELOMPOK TANI DI KECAMATAN GUNUNGPATI

Dyah Maya Nihayah, Amin Pujiati

Abstract


Penduduk di Kecamatan Gunungpati sebagian besar bermata pencaharian petani. Hasil pertanian yang dihasilkan adalah buah rambutan. Hasil panen yang melimpah yang belum diimbangi dengan teknologi pasca panen dan rendahnya harga jual mengakibatkan buah rambutan tidak memiliki nilai ekonomis. Harga jual rambutan sangat rendah, hanya mencapai paling tinggi Rp 2.500,00 per ikat. Buah rambutan yang tidak habis terjual akan cepat layu, rusak dan busuk. Hal ini menunjukkan bahwa petani di Kecamatan Gunungpati yang menjadi khalayak sasaran belum produktif secara ekonomi. Penerapan teknologi pasca panen merupakan hal yang urgen untuk dilakukan untuk mempertahankan, meningkatkan dan menambah nilai jual produk olahan buah rambutan. Upaya yang dapat dilakukan agar buah rambutan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dapat diupayakan melalui pengolahan buah rambutan menjadi beberapa produk olahan sehingga mampu meningkatkan nilai tambahnya agar dapat meningkatkan pendapatan petani di wilayah Kecamatan Gunungpati. Tujuan kegiatan ini, adalah membentuk kelompok usaha pengolahan buah pada kelompok tani dan penguatan kelembagaannya. Metode yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sosialisai dan pelatihan dari aspek kelembagaan. Seluruh proses tersebut dilakukan pada dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Teger dan kelompok Tani Sumber Rejeki yang ada di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pembentukan KUB serta pelatihan kelembagaan yang dilakukan merupakan usaha untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kelompok tani di Kecamatan Gunungpati.

Keywords


kelompok; usaha; makanan; olahan; rambutan; gunungpati

References


Indraningsih, Kurnia Suci, Ashari dan Supena Friyatno, 2008, Strategi Kelembagaan Kemitraan Agribisnis Hortikultura di Bali, Socio- Economic og Agriculturre and Agribusiness (SOCA) Journal, Vol. 8, No. 2 Juli 2008.

Margunani, Etty Soesilowati dan Dyah Maya Nihayah 2012, Pemetaan Potensi Ekonomi Tanaman Hortikultur Sebagai Komoditas Unggulan Di Gunungpati, Kota Semarang, Laporan Penelitian, UNNES, 2012.

Nihayah, Dyah Maya, 2011, Ekspor Produk Unggulan Sektor Agroindustri Menuju Free Trade Area: Kinerja dan Proyeksi, Laporan Penelitian, LP2M UNNES.

Nihayah, Dyah Maya, 2012, Baseline Economic Survey Sebagai Alternatif Penentuan Komoditas Pertanian Unggulan Guna Peningkatan Peran Sektor Pertanian Di Kecamatan Gunungpati, Laporan Penelitian, UNNES.

Nihayah, Dyah Maya, 2012, Strategi Pengembangan Agrobisnis Tanaman Buah Untuk Mendukung Percepatan Gunungpati Sebagai Kawasan Agrowisata di Kota Semarang, Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper, ISBN 978-602-17035-05, Jurusan Ekonomi Pembangunan,UNNES.

Saptana, E. Ariningsih, Saktyanu K.D., Sri Wahyuningsih dan Valeriana Darwis, 2004, Integrasi Kelembagaan Forum KASS dan Program Agropolitan Dalam Rangka Pengembangan Agribisnis Sayuran Sumatera, AKP Volume 2 No 3 September 2004.

Tribunnews, 2013. Jangan Buang Biji Rambutan! Bisa Jadi Obat Diabetes. Kamis, 31 Januari 2013. http://www.tribunnews.com/kesehatan/2013/01/31/ biji-rambutan-bisa-jadi-obat-diabetes diakses tanggal 23 Desember 2014

Patrick, Ian, 2004, Contract farming in Indonesia: Smallholders and agribusiness working together, Australian Centre for International Agricultural Research, Canberra, 2004

http://dispendukcapil.semarangkota.go.id/statistik/jumlah-penduduk-kotasemarang/2015-03-02


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.