Efek Interaksi Ragi Tape dan Ragi Roti terhadap Kadar Bioetanol Ketela Pohon (Manihot Utilissima, Pohl) Varietas Mukibat

Tri Budi Kurniawan, Siti Harnina Bintari, R. Susanti

Abstract


Ketela pohon (Manihot utilissima, Pohl) varietas mukibat berpotensi sebagai bahan baku bioetanol. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek interaksi ragi tape dan ragi roti terhadap kadar bioetanol ketela pohon mukibat dan menentukan interaksi terendah yang efektif menghasilkan bioetanol yang dapat terbakar. Sampel yang digunakan adalah ketela pohon mukibat umur 7 bulan dengan berat rata-rata 500 gram. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, yaitu konsentrasi ragi tape (0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9%) dan konsentrasi ragi roti (0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9%) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur meliputi jumlah sel khamir (data pendukung) dan kadar bioetanol (data utama). Data kadar bioetanol yang diperoleh dianalisis menggunakan anava dua arah dan dilanjutkan uji Duncan (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh interaksi ragi tape dan ragi roti terhadap kadar bioetanol ketela pohon mukibat p>0,05. Konsentrasi ragi tape dan ragi roti yang tinggi menghasilkan kadar bioetanol yang tinggi. Interaksi ragi tape 0,6% dan ragi roti 0,3% (T2R1) merupakan interaksi terendah yang efektif menghasilkan kadar bioetanol yang dapat terbakar (36%). Interaksi ragi tape 0,9% dan ragi roti 0,9% (T3R3) menghasilkan kadar bioetanol tertinggi dengan rata-rata mencapai 49,8%.

Cassava (Manihot utilissima, Pohl) var Mukibat is potential for bioethanol feedstock. The study aimed to determine the effects of the interaction of bread yeast and tape yeast on the concentration of mukibat cassava bioethanol and to determine the lowest effective interaction can produce flammable bioethanol. The samples used were mukibat cassava aged 7 months with an average weight of 500 grams. Research design was completely randomized design factorial, tape yeast concentration (0%, 0.3%, 0.6% and 0.9%) and the concentration of yeast bread (0%, 0.3%, 0.6% and 0.9%) with 3 replications. Parameters measured include the number of yeast cells (supporting data) and ethanol concentration (primary data). Bioethanol content data obtained were analyzed using two-way ANAVA and Duncan continued test (DMRT) at the level of 5% error. The results showed that no effect of the interaction of breads yeast and tape yeast on levels of cassava bioethanol p> 0.05. The concentration of bread yeast and tape yeast yielded in high concentration of ethanol. The interaction of yeast tape 0.6% and 0.3% bread yeast (T2R1) gave the lowest effective interaction produced 36% ethanol. The interaction of tape yeast 0.9% and 0.9% bread yeast (T3R3) resulted in the highest ethanol concentration with an average reached 49.8%.


Keywords


Bioethanol, breads yeast, cassava mukibat varieties, tape yeast

Full Text:

PDF

References


Anindyawati T. 2009. Prospek enzim dan limbah lignoselulosa untuk produksi bioetanol. Berita Selulosa 44 (1):49- 56.

Apriyantono A, D Fardias, N Puspitasari, Sedarnawati & S Budiyanto. 1989. Analisis Pangan. Bogor: IPB-Press.

Banati FS, E Zulaika & T Nurhidayati. 2007. Pengaruh penambahan enzim ?-Amilase pada fermentasi karbohidrat ekstrak Ulva fasciata dari Balekambang, Malang menggunakan ragi roti Fermipan. Brawijaya Smart Shcool (1) :2-7.

Bintari SH. 1992. Penggunaan isolate murni dari ragi tape pada fermentasi pembuatan brem padat. (Tesis). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Buckle KA, RA Edwards & GH Fleet. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press: Jakarta.

Dwidjoseputro D. 1998. Dasar-dasar Mikrobilogi. Jakarta : Djembatan.

Elevri PA & SR Putra. 2006. Produksi etanol menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang diamobilisasi dengan agar batang. Akta Kimindo 1(2) :105-114.

Gandjar I, W Sjamsuridzal & A Oetari. 2009. Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Gozan M, M Samsuri, HF Siti, P Bambang & M Nasikin. 2007. Sakarifikasi dan fermentasi bagas menjadi ethanol menggunakan enzim selulase dan enzim sellobiase. Jurnal Teknologi 3:209-215.

Isroi. 2008. Mengukur kadar bioetanol. On line at http://isroi.com/2008/12/19/mengukur-kadar-bioetanol/ [diakses tanggal 15 Mei 2012].

Khamdiyah N. 2010. Pembuatan etanol dari alga merah jenis Eucheuma spinosum dengan sakarifikasi dan tanpa sakarifikasi pada variasi lama fermentasi (Skripsi). Malang: Universitas Islam Malang.

Komarayati S, W Ina & Djarwanto. 2011. Pembuatan bioetanol dari empulur sagu (Metroxylon sp.) dengan menngunakan enzim. Bogor: Puslitbang Keteknikan dan Pengolah Hasil Hutan.

Lestari P, AA Darwis, Nurrichana & DS Damardjati. 2001. Analisis gula reduksi hasil hidrolisis enzimatik pati ubi kayu oleh ?-amilase thermostabil dari Bacillus stearothermophilus TII12. Jurnal Mikrobiologi Indonesia 6 (1): 23-26.

Muhiddin NH, J Nuryati & INP Aryantha. 2000. Peningkatan kandungan protein kulit umbi kayu melalui proses fermentasi. Jurnal Matematika dan Sains 6 (1):1-12.

Pelczar M & Chan. 1988. Dasar- Dasar Mikrobiolodgi Jilid 1. Terjemahan RS Hadioetomo, T Imas, SS Tjitrosomo dan SL Angka. Jakarta: UI Press.

Purwoko T. 2007. Fisiologi Mikrobia. Jakarta: Bumi Aksara.

Ristiarini S, K Indah, MIL Adikaryo & M Wahyuni. 2001. Pola suksesi mikroflora alami pada fermentasi nira swalan dan pemanfaatan dalam minuman fermenasi. Biota 6 (1): 1-8.

Saono S, T Rasuki & DD Sastraatmadja. 1977. Indonesian ragi. Dalam: Symposium of Indogeneos Fermented Food. Bangkok, 21-27 November 1977.

Sebayang F. 2006. Pembuatan etanol dari molase secara fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang terimmobilisasi pada kalsium alginat. Jurnal Teknik Proses 5 (2):68-74.

Setyohadi. 2006. Proses Mikrobiologi Pangan. Medan: USU-Press.

Simanjuntak R. 2009. Studi Pembuatan Etanol dari Limbah Gula (Molase).(Skripsi). Medan: USU.

Soetanto E. 2001. Membuat Patilo dan Krupuk Ketela. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v6i2.3783

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.