AKULTURASI KESENIAN REBANA (The acculturization of The Art of Rebana)

Syahrul Syah Sinaga

Abstract


Kesenian tradisional rebana sebagai salah satu bentuk kesenian di Indonesia, kadang mengundang pembicaraan yang cukup sengit di kalangan para ulama sejak dahuiu. Di antara mereka ada yang membuka telinganya lebar-lebar untuk mendengar segala macam jenis musik dan nyanyian karena beranggapan bahwa nyanyian atau jenis musik halal. sementara ada yang berpendapat bahwa nyanyian itu hukumnya haram. Kesenian rebana yang berkembang di masyarakat akan mengalami perubahan seperti berkembangnya kebudayaan lain yang ada di masyarakat pendukung dan pelestarinya. Perkembangan kesenian rebana bisa melalui kontak-kontak budaya baik melalui bentuk permainan musiknya, penampilan lirik atau syairlagu, maupun alat-alat musik yang digunakannya. Kontak-kontak budaya akan terjadi baik melalui proses akulturasi, maupun penetrasi kebudayaan. Masalah-masalah akibat akulturasi akan berpengaruh baik positif maupun negatif, seperti terjadi masalah adisi, sinkretisme, substitusi, dekulturasi maupun rejeksi

Kata kunci: Rebana, duf, akulturasi, Sholawatan, genjring, kempling, kompangan, terbang, kasidah, barzanji.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/harmonia.v2i3.863

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.