Reader Comments

Islam Nusantara

"Asdfg" (2020-01-17)

In response to Trik Komputer
 |  Post Reply

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islam Nusantara? Masalah ini dimulai diskusi pra-konferensi NU-33 di Makassar Sulawesi Selatan, Rabu (22/4) malam. Para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia selama lebih dari dua jam diminta untuk mempertimbangkan topik derivatif berikut.

Pada forum pada "Islam sebagai Islam Nusantara Mutamaddin menjadi tipe ideal dunia Islam" Komite membuat sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Usul Fiqh ahli juga Katib Syuriah NU KH Afifuddin Muhajir, profesor filologi Islam UIN Oman Fathurrahman Jakarta, Agus Sunyoto sejarawan, pakar tasawuf KH Mustafa Mas'ud, dan Profesor Dr Ibrahim Azhar Alwee nasional University of Singapore. Oman setuju dengan istilah, kata dia, ada kesalahpahaman ketika beberapa orang menolak label "Nusantara" terhadap Islam. Menurut mereka, Islam adalah Islam, tidak memerlukan label. "Dan kita tidak berarti bahwa normatif empiris terindegenisasi Islam, tapi Islam," katanya.

"Seperti karena kita berusaha untuk merumuskan kalimat, Islam adalah Islam Nusantara Islam Nusantara  empiris dan khas sebagai hasil dari interaksi, kontekstualisasi, pribumisasi, terjemahan, Universal Islam vernakularisasi dengan realitas sosial, budaya dan sastra di Indonesia, "tambahnya. Menurut Oman, Islam Nusantara ada, tetapi kurangnya data thabaqat (biografi) para pemimpin Muslim Komprehensif nusantara setidaknya sejak abad ke-16. Ini adalah fakta yang berbeda dalam bahasa Arab dan Persia, yang menyebabkan bangunan sejarah keduanya sangat kuat karena kekayaan sumber daya keaksaraan.

Sementara Kiai Afif yang menyoroti Islam Nusantara dari perspektif hukum, misalnya, istilah "Islam Nusantara" itu cukup aneh mendengar karena Islam adalah sumber dan sifat ilahi. Tapi, kata dia, perlu dicatat bahwa Islam juga dicapai dalam praktek sehari-hari. Hal ini selain Allah, Islam juga insaniyah (manusia). Oleh karena itu Kiai Afif menilai apakah ada hukum Islam Nusantara kemudian ada juga nusantara. "Fiqh Nusantara adalah pemahaman dan perspektif Islam di Nusantara karena teks-teks dialektis Syariah dan budaya, juga merupakan realitas di lokal (lokal)", kata penulis buku Fath al-Mujib QARIB ini.



Add comment