User Profile

Kevin Consult

Bio Statement Body Harness, Pengaman Saat Bekerja Pada Ketinggian

Bekerja pada elevasi selalu beresiko, namun dapat diminimalisir melewati pemakaian sabuk keselamatan. Sayangnya, seringkali semua pekerja yang berkutat pada bidang yang tinggi tidak memakai alat pelindung diri. Mulai dari tidak tersedianya perangkat pelindung diri atau justeru abai sebab memandang pemakaian alat pelindung diri akan menyebabkan ketidak nyamanan ketika bekerja.

Body harness berfungsi untuk meminimalisir risiko cedera fatal dampak terjatuh dari ketinggian. Perangkat ini didesain untuk mengayomi seluruh unsur tubuh pekerja laksana bahu, paha unsur atas, dada, dan panggul, sampai-sampai lebih aman ketika bekerja di ketinggian. Penggunaan body harness dilengkapi D-ring yang terletak pada unsur punggung serta dapat dipasangkan ke lanyard, lifeline, dan komponen beda yang kompatibel dengan body harness. Bahkan ketika Anda sedang bekerja di pengolahan air / water treatment di Indonesia maka diharapkan memakai perlengkapan keamanan kerja.

Komponen Body Harness
  1. Shock Absorber

Shock absorber alias peredam kejut didesain guna menyerap energi kinetik dan meminimalisir tekanan yang timbul dampak terjatuh. Alat penahan jatuh ini mempunyai tiga faedah penting, di antaranya:

  • Mengurangi kekuatan desakan maksimal dalam menyangga tubuh pekerja ketika terjatuh
  • Mengurangi atau mencegah kehancuran komponen fall arrest systems (sistem penahan jatuh)
  • Mengurangi kekuatan desakan pada anchor

Shock absorber seringkali diproduksi terpisah atau dirancang menyatu dengan lanyard. Berdasarkan keterangan dari standar CSA Z259.11, shock absorber dapat menambah panjang lanyard sampai 1,2 meter saat menerima beban 100 kg dan jatuh dari elevasi 1,8 meter.

 2. Lanyard

Adalah tali pendek pengikat yang umumnya bermanfaat untuk menyangga guncangan bila pekerja terjatuh bebas. Pekerja dapat menggunakan lanyard untuk memberi batas guncangan ketika jatuh bebas dengan panjang maksimum 1,2 meter. Sebaiknya pasang lanyard kemudian hook sangat tidak sejajar dengan dada. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir jaravertikaatau jarak jatuh tubuh pekerja. Lanyard tidak jarang kali diposisikan antara anchor point dengan body harness.

3, Lifeline

Lifeline didefinisikan sebagai tali pengaman luwes yang tercipta dari serat, kawat, atau anyaman. Tali pengaman ini seringkali dikaitkan pada anchor point serta memiliki pesona minimum 2,75 ton atau setara dengan diameter tali 60 mm. Perangkat ini dapat dipasangkan secara vertikal maupun horizontal, tergantung kebutuhan. Jadi, pastikanlifeline benar-benar terpasang aman ke anchor point dan tidak mengalami kehancuran apapun.

4. Anchor point (anchor)

Sebelum bekerja pada ketinggian, pekerja mesti meyakinkan bahwa anchor yang tersambung pada lifeline dan atau lanyard mesti kuat, stabil, dan tempatnya sudah sesuai. Jika pemakaian anchor diperuntukkan sebagai pelindung atau penahan pekerja dari bisa jadi terjatuh, anchor mesti dapat menahan beban minimal 3,5 kN (363 kg) atau minimal empat kali berat pekerja. Sedangkan, apabila pemakaian anchor sebagai penahan ketika terjatuh, anchor mesti menyokong paling tidak 22 kN (2,5 ton).

5. Fall arrestor (rope grab)

Perangkat ini dipakai bila pekerja memerlukan perpindahan lokasi atau bergerak secara vertikal, seringkali berjarak lumayan panjang. Bila pekerja bergerak ke atas, maka rope grab bakal ikut bergerak naik mengekor gerakan pekerja. Tetapi bila pekerja itu tiba-tiba terjatuh, maka perlengkapan ini secara mekanik akan memegang erat lifeline.

6. Retractable lifeline

Cara kerja retractable lifeline nyaris sama seperti teknik kerja sabuk pengaman mobil. Ketika pekerja mengerjakan gerakan vertikal atau horizontal, maka lifeline bakal memanjang atau unik kembali ke situasi semula secara otomatis dan bakal mengunci bilamana terjadi tarikan secara tiba-tiba atau pekerja terjatuh. Hal urgen yang mesti diacuhkan saat memakai retractable lifeline ialah pastikan perlengkapan ini berada dalam posisi tegak lurus dengan tubuh pekerja guna menghindari pendulum effect.

Full body harness mesti dicek secara visual sebelum digunakan, termasuk pun alat pelindung jatuh lainnya selayak lanyard dan lifeline. Pemeriksaan perlengkapan secara rutin oleh orang yang kompeten untuk memeriksa kerusakan pun harus dilaksanakan paling tidak masing-masing enam bulan dan sebelum mengawali pekerjaan di ketinggian. Jangan sekali-kali memakai full body harness andai ada kehancuran secara visual, tidak layak dipakai sesuai daftar inspeksi terakhir, atau ditetapkan tidak pantas oleh orang yang kompeten, dan sudah melalui masa kedaluwarsa. Sebelum bekerja di ketinggian, pastikan full body harness yang dipakai sesuai beban tubuh anda dan hindari memakai full body harness melebihi kapasitas beban maksimum aman yang ditetapkan, yaitu 310 lbs(141 kg). Dapatkan body harness di distributor & supplier yang menjual alat safety climbing helm & full body harness petzl dengan harga murah di Indonesia hanya di Rian Jaya Safety!

Read More