PENDIDIKAN SENI BERBASIS BUDAYA

Triyanto Triyanto

Abstract


Pendidikan sebagai proses budaya, sejatinya, adalah suatu upaya membudayakan manusia dengan segala sifat-sifat kemanusiaannya. Manusia di sini bukan sekadar dipandang sebagai objek tetapi lebih diposisikan sebagai subjek. Sebagai sebagai subjek, ia menjadi pelaku dalam memaknai nilai-nilai yang dihadapinya. Dalam pandangan ini manusia,  ebagai mahluk budaya, merupakan totalitas atau keutuhan dari sebuah kepribadian yang memiliki daya intelektual, emosional, sosial, dan kultural. Oleh sebab itu, suatu pendidikan, secara budaya, seharusnya memiliki fungsi mengantarkan manusia untuk mengembangkan seluruh potensinya secara komprehensif. Seni sebagai sarana pendidikan memiliki konsep, tujuan, dan fungsi membentuk kepribadian subjek didik secara komprehensif sebagai mahluk individu, sosial, dan budaya. Untuk itu, budaya sebagai basis menjadi keniscayaan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan seni.

Keywords


Pendidikan;pendidikan seni; budaya;kreatif;apresiatif;

Full Text:

PDF

References


Bahtiar, H. 1980. “Bhineka Tunggal Ika dalam Kebudayaan dan Masalah Kesatuan Bangsa” dalam : Analisis Kebudayaan. Jakarta: Depdikbud.

Budhisantoso, S. 1982. “Kesenian dan Nilai-nilai Budaya” dalam: Analisis Kebudayaan. Jakarta : Depdikbud.

Cassirer, E. 1987. Manusia dan Kebudayaan: Sebuah Esei tentang Manusia. Terj. Alois A. Nugroho. Jakarta : Gramedia.

Chapman, L.H. 1978. Approach to Art Education. New York: Harcourt Brace Jovanovich, Publishers.

Dorn, C.M. 1994. Thinking in Art : A Philosophical Approach to Art Education. Reston: The National Art Education Association.

Eisner, W.E.1972. Educating ArtisticVision. New York: Macmillan.

Freire, P. 1973. Pedagogy of The Oppressed. London: Penguins Books.

Geertz, C. 1973. The Interpretationof Culture, Selected Essays. New York: Basic Books.

Gunther, E. 1968. “Art in The Live of Primitive Peoples” in : J.A. Clifton. Ed. 1968. Introduction to Anthropology: Essay in in The Scope and Methods of The Science of Man. Boston : Hougton Mifflin.

Hobel, E.A. 1966. Anthropolgy, The Study of Man. Boston : Hougton Miffin, Co.

Ismudiyanto dan Atmadi, P. 1987. “Demak, Kudus, Jepara Mosquee: A Study of Architectural Syncretism” Hasil Penelitian. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Keesing, P.M. & Keesing, R.M. 1871. New Perspective in Cultural Anthropology. Chicago: Holt Rinehart and Winston.

Koentjaraningrat. 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Bina Aksara.

Linderman, V. and Linderman, M.M. 1984. Art and Craft for The Classroom. New York: Macmillan.

Merriam, A.P. 1971. “The Art and Anthropology, in : Otten, C.M. (ed.) 1971. Anthropology and Art. New York: Garden City.

Mu’in, F. 2011. Pendidikan Karakter, Konstruksi Teoretik & Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Mustakim, B. 2011. Pendidikan Karakter, Membangun Delapan Karakter Emas menuju Indonesia Bermartabat. Yogyakarta: Samudra Biru.

Otten, C.M. 1971. Anthropology and Art. New York: Garden City.

Rapoport, A. 1980. “Cross-Cultural Aspect of Environmental Design” Makalah dalam Seminar Rancang Bangun, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta.

Rohidi, T.R.dkk. 1994. Pendekatan Sistem Sosial Budaya dalam Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press.

Rohidi, T.R. 1997.” Menegaskan Seni Ketika Pendidikan Menafikannya, Refleksi Budaya tentang Manusia Seutuhnya dalam Konteks Masyarakat Bhineka Tunggal Ika” Pidato Ilmiah Pengukuhan Guru Besar pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS Unnes.

Rohman, A. 2009. Politik Ideologi Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Meditama.

Rostiati, A.1991. “Arti Simbolis Kain dalam Upacara Perkawinan Jawa”. Hasil Penelitian . Yogyakarta: B.K.Senitra Depdikbud.

Salam, S. 2001. Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar. Makasar: Universitas Negeri Makasar.

Salam, S. 2003. “Justifikasi Pendidikan Seni di Sekolah Umum”, dalam: Warsono (eds.). 2003. Bunga Rampai Kajian Seni Rupa dalam Kenangan Purnatugas Prof.Drs. Suwaji Bastomi. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. hal. 9-24.

Spradley, J.P. 1975. Anthropology: The Cultural Perspective. New York : John Wiley & Sons, Inc.

Suparlan P. 1984. Kemiskinan di Perkotaan. Jakarta: Sinar Harapan.

Suparlan, P. 1990. ”Pengembangan Kebudayaan, Individu, dan Masyarakat” Makalah dalam : Diskusi Sehari tentang Konsepsi Pengembangan Sumber daya Manusia. LKPSDM-NU.Jakarta.

Sutopo, H.B. 1989. “Peranan Pendidikan Seni Masa Kini” Makalah dalam Seminar Pendidikan Seni Rupa di IKIP Semarang 25-28 Maret 1989.

Tilaar, H.A.R. 2009. Kekuasaan dan Pendidikan, Managemen Pendidikan Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Puspar UGM. 2004. Wawasan Budaya untuk Pembangunan, Menoleh Kearifan Lokal.Yogyakarta: Pilar Politika.

William, R. 1981. Culture. London: Fontana. Road Map for Arts Education, The World Conference on Arts Education: Building Capacities for the 21st Century, Lisbon 6-9 March 2006, Unesco dalam: www.unesco.org/new/fileadmin/MULTI MEDIA/HQ/CLT/pdf/Arts-Edu-Road Map-en.pdf.




DOI: https://doi.org/10.15294/imajinasi.v7i1.8879

Refbacks

  • There are currently no refbacks.