PENGEMBANGAN CIVIC INTELLEGENCE BERBASIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER DI SEKOLAH DASAR

Masrukhi Masrukhi

Abstract


Sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyyah di kecamatan Gunungpati yang dijadikan sasaran penelitian telah melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler yang cukup memadai. Artinya, bahwa semua sekolah yang diteliti melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler rata-rata empat sampai 5 jenis kegiatan ekstra kurikuler. Sekolah yang melaksanakan empat jenis kegiatan ekstra kurikuler sebanyak 70%, sedangkan yang 30% melaksanakan 5 jenis kegiatan ekstra kurikuler. Temuan penelitian menunjukkan betapa profil kecerdasan kewarganegaraan pada siswa sekolah dasar di kecamatan Gunungpati masih rendah. Pada tujuh aspek dari kecerdasan kewarganegaraan ini semuanya rendah kecuali aspek civic knowledge yang berada pada kategori sedang. Rendahnya kecerdasan kewarganegaraan siswa SD ini terkait dengan sistem pembinaannya di sekolah. Tanggung jawab pembinaan ini tidak hanya berada pada tataran kegiatan kurikuler di kelas saja melalui mata pelajaran terkait (Pendidikan Kewarganegaraan), tetapi juga melalui kegiatan ekstra kurikuler di luar jam pelajaran. Hal ini disebabkan kecerdasan kewaarganegaraan merupakan bagian dari keterampilan lunak (soft skills) yang harus dimiliki oleh para peserta didik khususnya di sekolah dasar. Sesuai dengan tatarannya, pembinaan softskills ini lebih merupakan domain kegitan ekstra kurikuler. Kemudian, model pengembangan civic intellegence berbasiskan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah dasar dapat dilakukan dengan metode atau cara yang demokratis, upaya pencarian bersama, aktivitas bersama, keteladanan, pengalaman langsung, live in serta melakukan klarifikasi nilai. Pada prinsipnya semua metode ini melibatkan seluruh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta kecerdasan sosial. Untuk itu, pemahaman konsep, pengenalan konteks, reaksi dan aksi menjadi bagian penting dari seluruh metode pengembangan civic intellegence berbasiskan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan akan dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan pendidikan, terutama dalam melakukan upaya pengembangan civic intellegence di sekolah dasar, sebagai titik tolak upaya membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik (good citizenship). Hasil penelitian juga akan memberikan kontribusi bagi sekolah dasar dalam upaya memperbaiki kegiatan ekstra kurikuler, agar lebih terarah pada pengembangan civic intellegence, melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan.

 


Keywords


civic intellegence, kegiatan ekstra kurikuler, sekolah dasar

Full Text:

PDF

References


Borg, Walter R., Meredith D. Gall. 1983.

Educational Research: An

Introduction. New York &

London: Longman.

Fraenkel. 2007. Developing the Civic Society: The Role of Civic Education, Colorado: Englewood Cliffs, Inco.

Graham, Douglass.2002. Citizenship for the 21st century : An International

Perspective on Education, London: Kogan Page

NCSS, 2000. National Standards for Social Studies Teachers, Volume

Washington, DC: National Council for the Social Studies.

Winataputra, Udin Saripudin. 2012. Jati Diri Pendidikan Kewarganegaraan

sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi: Suatu Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS. Jurnal Pendidikan Program Pascasarjana, Vol. 1 Nomor 1, Februari 2012, hal. 39-75.




DOI: https://doi.org/10.15294/integralistik.v29i1.14583

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Integralistik

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @ 2018 Universitas Negeri Semarang. All rights reserved.
View Integralistik Stats