PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulata) UNTUK ADSORBSI PEWARNA REMAZOL BRILLIANT BLUE

Asriningtyas Ajeng Erprihana, Dhoni Hartanto

Abstract


Limbah kulit jeruk keprok (Citrus reticulata) sering dijumpai di industri pembuatan berbagai macam minuman seperti jus, sirup, dan sari buah. Limbah kulit jeruk ini hanya akan dibuang begitu saja dengan jumlah banyak, dan pada akhirnya limbah ini akan mencemari lingkungan. Salah satu upaya peningkatan nilai ekonomis limbah kulit jeruk dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan karbon aktif dari kulit jeruk keprok dengan aktivasi kimia, luas permukaan, serta mengetahui kemampuannya dalam mengadsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue. Kulit jeruk yang telah dibersihkan dari kotoran, dikeringkan menggunakan oven pada suhu 120oC selama 3 jam. Aktivator yang digunakan dalam penelitian ini adalah H3PO4 dengan rasio massa aktivator : massa karbon 1:1. Aktivasi dilakukan pada temperatur 600oC selama 1 jam, kulit jeruk kemudian dicuci dengan aquades dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 150oC selama 6 jam. Setelah itu, dilakukan uji bilangan iodin terhadap sampel hasil penelitian. Adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif kulit jeruk dilakukan dengan variasi waktu kontak dan massa karbon aktif untuk mencari kondisi adsorpsi optimum. Kondisi optimum adsorpsi zat warna Remazol Brilliant Blue oleh karbon aktif pada kulit jeruk keprok pada waktu kontak 30 menit dengan massa karbon aktif 1 gram. Karbon aktif dari kulit jeruk keprok memiliki luas permukaan karbon aktif sebesar 529,17 mg/g berdasarkan daya serapnya terhadap larutan iodin.

Orange peel (Citrus reticulate) waste is often found in industrial manufacturing various kinds of beverages such as juice, syrup, fruit juice. Orange peel waste is just be thrown away with the lot number, and in the end of this waste will pollute the environment. One of the efforts to increase the economic value of orange peel waste by using the process which convert waste into activated carbon. This research aims are to produce activated carbon from orange peel with chemical activation, to determine the surface area, and its ability to adsorb Remazol Brilliant Blue dyes. Orangel peel that have washed, dried in oven at 120oC for 3 hours. H3PO4 is activating agent that used in this research with mass ratio activating agent : mass carbon 1:1. Activation is conduct at 600oC for 1 hour, orange peel then washed with bidistiled water, and dried in oven at 150oC for 6 hours. Iodine number was used to analysis the results. Adsorption of Remazol Brilliant Blue dyes by orange peel activated carbon conduct at variation contact time and mass activated carbon to find optimum condition. Optimum condition adsorption of Remazol Brilliant Blue dyes by orange peel actvated carbon is
reached at 30 minutes contact time with mass activated carbon 1 gram. Activated carbon from orange peel has surface area 529,17 m g/gr based aqueous iodine adsorption.


Keywords


activated carbon, adsorption, iodine number, orange peel, Remazol Brilliant Blue

Full Text:

PDF

References


Asgher M, Bhatti HN, (2012),Evaluation of thermodynamics and Effect of Chemical Treatments on Sorption Potential of Citrus Waste biomass for Removal of Anionic Dyes from Aqueous Solutions. Ecol. Eng., 38, pp. 7985

ASTM,(1999),Standard Test Method for Determination of Iodine Number of Activated Carbon.American Society for Testing and Material,Philadelpia.

Idrus, Rosita, Boni Pahlanop Lapanporo, Yoga Satria Putra,(2013), Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Kualitas Karbon Aktif Berbahan Dasar Tempurung Kelapa. Jurnal PRISMA FISIKA, Universitas Tanjungpura Pontianak, I, pp. 50 - 55

Khaled, Azza , O. Abdelwahab, A. El-Sikaily, and A. El Nemr,(2009a),Treatment of Artificial Textile Dye Effluent Containing Direct Yellow 12 by Orange Peel Carbon. International Conference on Aquatic Resources: Needs and Benefits NIOF, Alexandria. pp. 210-232

Kusmiyati, Puspita A.L, Kunthi P,(2012),Pemanfaatan Karbon Aktif Arang Batubara (KAAB) Untuk Menurunkan Kadar Ion Logam Berat Cu2+ Dan Ag+ Pada Limbah Cair Industri. Jurnal:Reaktor, 14, pp. 51-60

Ma E., Cervera Q., Meja Snchez G. M, (1993),Integrated Utilization of Orange Peel. Bioresource Technology 44, pp. 61-63.

Marsh, Harry Francisco Rodriguez-Reinoso, (2006),Activated Carbon. Publisher: Elsevier Science & Technology Books.

Miranti, Siti Tias,(2012),Pembuatan Karbon Aktif dari Bambu dengan Metode Aktivasi Terkontrol Menggunakan Activating Agent H3PO4 dan KOH. Skripsi. Universitas Indonesia.

Mizwar, Andy, (2012),Penyisihan Warna Pada Limbah Cair Industri Sasirangan dengan Adsorpsi Karbon Aktif. Jurnal INFO TEKNIK, 13 (I), pp. 11-16.

Pari, G, D. Hendra dan R.A. Pasaribu, (2006),Pengaruh Lama Waktu Aktivasi Dan Konsentrasi Asam Fosfat Terhadap Mutu Arang Aktif Kulit Kayu Acacia Mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 24 (1), pp. 33-46. Pusat Litbang Hasil Hutan, Bogor.

Rakhmawati, Eka, (2007),Pemanfaatan Kitosan Hasil Deasitelasi Kitin Cangkang Bekicot sebagai Adsorben Zat Warna Remazol Yellow.Skripsi. Universitas Sebelas Maret.

Susanti, Aprilia,(2009), Potensi Kulit Kacang Tanah sebagai Adsorben Zat Warna Reaktif Cibacron Red. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.




DOI: https://doi.org/10.15294/jbat.v3i2.3699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.