MICROWAVE ASSISTED HYDRODISTILLATION UNTUK EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK BALI SEBAGAI LILIN AROMATERAPI

Megawati -, Fitriya M urniyawati

Abstract

Ekstraksi minyak atsiri kulit jeruk bali dilakukan menggunakan metode Microwave Assisted Hydrodistillation dengan variasi daya (800, 600, 450, 300, dan 100 W) dan massa bahan (150, 125, 100, 75,dan 50 g). Ektraksi dengan variasi daya dilakukan pada massa 150 g dan didapat daya optimum yaitu 600 W, sedangkan ekstraksi dengan variasi massa bahan dilakukan pada daya 600 W. Minyak atsiri yang diperoleh dianalisis densitas, kelarutan dalam alkohol 95% dan senyawa kimia minyak atsiri kulit jeruk bali menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan minyak atsiri kulit jeruk bali yang didapat diaplikasikan untuk lilin aromaterapi. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar daya yang digunakan maka volum minyak yang dihasilkan semakin besar dan waktu ekstraksinya lebih cepat. Variasi massa bahan menunjukkan semakin besar massa bahan massa bahan yang digunakan maka volum minyak yang dihasilkan semakin besar. Densitas minyak atsiri kulit jeruk bali hasil penelitian yaitu 0,810 g/mL, larut pada alkohol 95% dengan perbandingan minyak-alkohol 1:6 dan terdapat tiga komponen senyawa kimia penyusun minyak atsiri kulit jeruk bali yaitu limonen (93,99%), ?-pinene (3,20%), dan germakren-D (2,82%). Minyak atsiri kulit jeruk bali hasil ekstraksi yang diperoleh dapat diaplikasikan untuk lilin aromaterapi.

Kata kunci: Kulit jeruk bali, lilin aromaterapi, microwave assisted hydrodistillation, minyak atsiri.

Essential oils extracted from pomelo peel was performed using Microwave Assisted Hydrodistillation with variations of microwave oven power (800, 600, 450, 300, and 100 W) and material mass (150, 125, 100, 75, and 50 g). The extraction with power variation was conducted with 150 g of material and the optimum extraction power was obtained at 600 W. Therefore material mass variation was conducted with microwave oven power of 600 W. The essential oils produced were analyzed for its density, solubility in alcohol of 95% v/v, and chemical composition. The chemical composition analysis was conducted with Gas Chromatography-Mass Spektrometry (GC-MS). Afterward the essential oils was treated to produce aromatherapy candle. It is concluded that the greater power obtained the greater oil volume. Additionally the greater material mass resulted in the greater oil volume. The extracted pomelo peel essential oil density is about 0.810 g/mL. Beside that, essential oil solubility in alcohol is about 95% v/v (oil-alcohol ratio of 1:6). There are three oil components in pomelo peel essential oil, i.e. limonene (93.99%), ?-pinene (3.20%), and germacrene-D (2.82%). Finally, obtained pomelo peel essential oil can be utilized as raw material to produce aromatherapy candle.

Keywords: Aromatherapy candle, essential oils, microwave assisted hydrodistillation, pomelo peel.

Full Text:

PDF

References

Anggia, Fela Tri., Yuharmen dan Nur Balatih. 2014. Perbandingan Isolasi Minyak Atsiri dari Bunga Kenanga (Canaga odobrata (lam.) Hook.f & thoms) cara Konvensional dan Microwave serta Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan. Pekanbaru: Kampus Bina Widya.

Astarini, N., R.Y.Perry Burhan dan Yulfi Zetra. 2010. Minyak Atsiri Dari Kulit Buah Citrus grandis, Citrus aurantium (L.) dan Citrus Aurantifolia (Rutaceae) sebagai Senyawa Antibakteri dan Insektisid. Surabaya: Jurusan Kimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh November.

Fadel, O. et al. 2010. Comparison of Microwave-Assisted Hydrodistillation and Traditional Hydrodistillation Methods for the Rosmarinus Eriocalyx Essential Oils from Eastern Morocco. J. Mater. Environ. Sci. 2/2: 112-117.

Guenther, E. 1990. The Essential Oils, Diterjemahkan oleh Ketaren S. Minyak Atsiri. Jilid IV B. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press.

Huda, Indra Mukhlison. 2014. Pengaruh daya microwave-assisted Hydrodistillation terhadap kebutuhan energi Ekstraksi dan rendemen minyak nilam. Malang: Universitas Brawijaya.

Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta: Balai Pustaka.

Kurniawan, R. 2014. Ekstraksi Minyak Atsiri Kulit Jeruk (Citrus Sinensis) dengan Metode Vakum Microwave-Assisted Hydrodistillation. Semarang: Fakultas Teknik.

Raharja, Sapta.,Dwi Setyaningsih dan Doris Monica Sari Turnip. Pengaruh Perbedaan Komposisi Bahan, Konsentrasi dan Jenis Minyak Atsiri pada Pembutan Lilin Aromaterapi. Bogor: IPB

Sulaswatty, Anny., Wuryaningsih., dan Sri Hartati, N. 2003. Pemurnian minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Menggunakan Teknik Ekstraksi Superkritis. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sumarni, Nunung Bayu Aji, Solekan. 2008. Pengaruh Volume Air dan Berat Bahan pada Penyulingan Minyak Atsiri. Yogyakarta.

Triana, A W. 20013. Ekstraksi Minyak Atsiri Biji Kemukus dengan Metode Microwave Assisted Hydrodistillation. Semarang: Fakultas Teknik.

Veera Gnaneswar Gude, Prafulla Patil, Edith Martinez Guerra, Shuguang Deng, Nagamany Nirmalakhandan. 2013. Microwave Energy Potential for Biodiesel Production. Civil and Environmental Engineering Department, Mississippi StateUniversity, Mississippi State,MS 39762,USA.

Vickers, A dan Zollman. 1999. Pijat Therapies. BMJ. 319 (7219) :1254-1257.

Wang, W. et al. 2010. Comparison of Microwave-Assisted and Conventional Hydrodistillation in the Extraction of Essential Oils from Mango (Mangifera indica L.) Flowers. Molecules. 15: 7715-7723.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.