Analisis Produksi Microgreens Brassica oleracea Berinovasi Urban Gardening Untuk Peningkatan Mutu Pangan Nasional

Vina Febriani, Evy Nasrika, Tri Munasari, Yoan Permatasari, Talitha Widiatningrum

Abstract


Peningkatan jumlah penduduk membuat lahan yang tersedia menjadi semakin sempit, hal ini berdampak pada kurangnya lahan yang tersedia untuk menanam tanaman karena tergusur oleh kebutuhan pemukiman, masyarakat membutuhkan tanaman organik sebagai bahan untuk dikonsumsi. “Mba-Gening” : Microgreens Brassica oleracea Berinovasi Urban Gardening hadir sebagai salah satu solusi minimnya lahan untuk menanam. Microgreens adalah tanaman herba yang dipanen di usia muda, yaitu 10-14 hari atau setelah melewati proses perkecambahan. Tanaman microgreens biasa dipanen dengan tinggi 5-7,5 cm. Microgreens dibudidayakan pada tray khusus dengan media tanam. Benih microgreens di sebar ke media tanam, diberi air dan di-spray 1-2 kali sehari untuk pertumbuhannya. Microgreens memiliki kandungan nutrisi lebih banyak dari pada sayuran hijau yang dipanen saat dewasa, yaitu mencapai hingga 6 kali lipatnya. Microgreens dapat dikonsumsi secara langsung tanpa dimasak, umumnya, digunakan sebagai garnish atau hiasan pada masakan di restoran, seperti steak dan sup, dapat pula dikonsumsi sebagai salad dan isian sandwich. Produksi Mba-Gening dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan sayur organik khususnya brokoli, selain itu juga membuang peluang usaha yang baik karena memiliki target pasar yang luas serta belum ada kompetitor di pasaran. Produksi dan teknik pemasaran yang baik dapat meningkatkan hasil dari usaha ini. Kedepannya, produk akan ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan konsumen agar kepuasan konsumen semakin meningkat.


Keywords


Microgreens, Brassica oleracea, Urban Gardening

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Journal of Creativity Studentis licensed under aCreative Commons Attribution 4.0 International License