Uji Efektivitas Ekstrak Sargassum muticum Sebagai Alternatif Obat Bisul Akibat Aktivitas Staphylococcus aureus

Nikmatul Hidayah, Aisyah Khoirotun Hisan, Ahmad Solikin, Irawati Irawati, Dewi Mustikaningtyas

Abstract


Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen pada manusia yang menyebabkan penyakit kulit khususnya bisul. Hampir setiap orang pernah mengalami infeksi yang disebabkan bakteri oleh Staphylococcus aureus selama hidupnya, dari infeksi kulit yang kecil sampai infeksi yang tidak bisa disembuhkan. Staphylococcus cepat menjadi resisten terhadap beberapa antibiotik, maka dibutuhkan penemuan obat baru. Sumber antibakteri baru dapat diperoleh dari senyawa bioaktif seperti fenol, alkaloid dan flavonoid yang banyak terkandung dalam tanaman, salah satunya adalah alga laut jenis Sargassum muticum. Senyawa bioaktif hasil metabolisme sekunder yang dapat dijadikan sebagai antibakteri alami dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Proses ekstraksi dapat menggunakan 3 jenis pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu n-heksana (nonpolar), etil asetat (semi polar) dan etanol (polar). Ekstrak S. muticum diuji efetivitasnya sebagai antibakteri dengan konsentrasi 500, 400, 300, 200 dan 100 (mg/mL) kemudian dimasukkan dalam sumuran 7 mm sebanyak 50 l yang telah ditumbuhi S.aureus dan diinkubasi pada 370 C selama 24 jam. Pengukuran Luasnya zona bening merupakan bukti kepekaan S.aureus terhadap bahan atau senyawa antibakteri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil ekstraksi terbesar terdapat pada ekstrak dengan pelarut etanol 96% (2.5%) diikuti etil asetat (1%) dan n-heksanan (0.5%). Konsentrasi hambatan minimum ekstrak etanol S. muticum sebesar 100 mg/mL dengan diameter hambat 2 mm. Sedangkan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak etil asetat adalah sebesar 100 mg/mL dengan diameter hambat sebesar 2 mm serta konsentrasi hambat minimum ekstrak n-heksana sebesar 100 mg/mL sebesar 1.5 mm. Dapat disimpulkan bahwa jenis pelarut pada proses ekstraksi berpengaruh terhadap hasil ekstraksi dan aktivitas antibakteri S. muticum. Berdasarkan ketiga jenis pelarut yang digunakan ekstrak etanol S. muticum merupakan ekstrak yang paling efektif jika dibandingkan ekstrak etil asetat dan n-heksana.


Full Text:

PDF

References


Alamsyah, H. K., Widowati, I., & Sabdono, A. 2014. Aktivitas antibakteri ekstrak rumput laut sargassum cinereum (jg agardh) dari perairan pulau panjang jepara terhadap bakteri escherichia coli dan staphylococcus epidermidis. Journal of Marine Research, 3(2): 69-78.

Apriliana, A., Soedarsono, P., dan Purnomo, P.W. 2014. Hubungan Kelimpahan Fitoperifiton dengan Konsentrasi Nitrat dan Ortofosfat pada Daun Enhalus acoroides di Perairan Pantai Jepara. Diponegoro Journal of Maquares, 3(3): 19-27.

Critchley, A. T. 1983. Sargassum muticum: a morphological description of European material. Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, 63(4): 813-824.

Dean, J. 2009. Extraction Techniques In Analytical Science. London: John Wiley And Sons LTD.

Ditjen POM. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 321-325.

Harborne J.B. 1987. Phytochemical methods. Ed ke-2. New York: Chapman and Hall.

Irwani, I., & Afiati, N. 2013. Epibion Makrofit Pantai Berpasir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Epibiont Macrophyte on Sandy Beach, in the Regency of Jepara, Central Java). ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 18(1): 30-38.

Khoiriyah, S., Hanapi, A., & Fasya, A. G. (2014). UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT, KLOROFORM DAN PETROLEUM ETER EKSTRAK METANOL ALGA COKLAT Sargassum vulgare DARI PANTAI KAPONG PAMEKASAN MADURA. ALCHEMY: Journal of Chemistry, 3(2): 133-144.

Lpez, A., Rico, M., Rivero, A., & de Tangil, M. S. 2011. The effects of solvents on the phenolic contents and antioxidant activity of Stypocaulon scoparium algae extracts. Food Chemistry, 125(3), 1104-1109.

Megha N. M and Sabale A. B. 2014. Antimicrobial, Antioxidant and Haemolytic Potential of Brown Macroalga Sargassum. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(8): 2091-2104.

Pratiwi, S.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.

Riyanto, E. I., Widowati, I., & Sabdono, A. 2013. Skrining aktivitas antibakteri pada ekstrak Sargasum polycystum terhadap bakteri Vibrio harveyi dan Micrococcus luteus di Pulau Panjang Jepara. Journal of Marine Research, 1(1), 115-121.

Santoso, J., Anwariyah, S., Rumiantin, R. O., Putri, A. P., Ukhty, N., & Yoshie-Stark, Y. 2012. Phenol content, antioxidant activity and fibers profile of four tropical seagrasses from Indonesia. Journal of Coastal Development, 15(2), 189-196.

Schlegel H.G dan Schmidt K. 1994. Mikrobiologi Umum Edisi ke kenam. Alih Bahasa: Baskoro T. Yogyakarta: UGM Press.

Siregar, A. F., Sabdono, A., & Pringgenies, D. 2012. Potensi Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Terhadap Bakteri Penyakit Kulit Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, dan Micrococcus luteus. Journal of marine research, 1(2), 152-160.

Vijayabaskar, P., & Shiyamala, V. 2011. Antibacterial activities of brown marine algae (Sargassum wightii and Turbinaria ornata) from the Gulf of Mannar Biosphere Reserve. Advances in Biological Research, 5(2), 99-102.

Widowati, I., Puspita, M., Stiger-Pouvreau, V., & Bourgougnon, N. 2014. Potentiality of Using Spreading Sargassum Species from Indonesia as an Interesting Source of Antibacterial and Radical Scavenging Compounds: A Preliminary Study. International Journal of Marine and Aquatic Resource Conservation and Co-existence, 1(1), 63-67.

Yunianto, H.P., Widowati, I. dan Radjasa, O.K. 2014. Skrining Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Sargassum plagyophyllum dari Perairan Bandengan Jepara terhadap Bakteri Patogen Enterobacter, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococus aureus. Journal of Marine Research. 3(3):165-17.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Journal of Creativity Student is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License