PROBLEMATIKA PADA SURVEI GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU

Supriyadi Supriyadi

Abstract


Pada survei gaya berat mikro antar waktu yang merupakan pengembangan survei gaya berat dengan melakukan pengulangan pengukuran gaya berat pada satu lokasi dalam interval waktu tertentu. Interval waktu yang biasanya dijadikan acuan adalah musim kemarau dan penghujan. Terdapat beberapa problem ketika survei gaya berat mikro antar waktu diantaranya (1) posisi dan kondisi titik ukur tidak mengalami kerusakan dan fisiknya tidak rusak, (2) harus menggunakan gravimeter orde mikroGal untuk memperoleh anomali gaya berat, (3) pada saat melakukan pengolahan data. Tiga problem yang relatif sulit diselesaikan adalah problem nomer tiga. Problem yang dimaksud berkaitan dengan sumber anomali yang menyebabkan terjadinya anomali tersebut. Pada gaya berat mikro antar waktu diketahui bahwa penyebab terjadinya anomali ada dua, yaitu amblesan dan dinamika air tanah yang berupa kenaikan dan penurunan air tanah. Untuk menyelesaikan problem ini dilakukan dengan mengembangkan filter yang dibangun berdasarkan model sumber anomali di lapangan dengan beberapa parameter terkait. Filter ini untuk selanjutnya disebut dengan MBF (Model Based Filter). Hasil penerapan filter ini pada data gaya berat antar waktu di kota Semarang untuk pemantauan amblesan menunjukkan bahwa di bagian utara kota Semarang telah mengalami amblesan. Sebagai kontrol digunakan metode lain Sipat Datar yang menunjukkan hasil yang sama dengan data gaya berat mikro antar waktu.


Keywords


mikro antar waktu, amblesan, MBF

Full Text:

XML

References


Allis, R.G., dan Hunt, T.M. (1986) : Analisis of Exploration Induced Gravity Changes at Wairakei Geothermal Field, Geophysics, 51, 1647-1660.

Andres, R.B.S., dan Pedersen, J.R. (1993) : Monitoring the Bulalo Geothermal Reservoir, Philippines, using Precision Gravity Data, Geothermics, 22, 5/6, 395 - 402.

Kamah, M.Y., Negara, C., Pulungan, I., dan Budiardjo (2001): Application of Microgravity Method on Monitoring Geothermal Reservoir Changes during Production of Steam in The Kamojang Geothermal Field, West Java Indonesia, 5th SEGJ International Symposium Imaging Technology, Tokyo, Japan, 24-26 January 2001.

Galderen, V.M., Haagmans, R., dan Bilker, M. (1999) : Gravity Changes and Natural Gas Extraction in Groningen, Geophysical Prospecting, 47, 979-993.

Eiken, O., Zumberge, M., dan Sasagawa, G. (2000) : Gravity Monitoring of Offshore Gas Reservoir, SEG Expanded Abstract, 19, 431.

Akasaka, C., dan Nakanishi, S. (2000) : An Evaluation of The Background Noise for Microgravity Monitoring in The Oguni Field, Japan, Proceedings of 25th Stanford Geothermal Workshop, 24 - 26 January 2000.

Mariita, N.O. (2000) : Application of Precision Gravity Measueremnt to Reservoir Monitoring of Olkaria Geothermal Field, Kenya, Proceedings World Geothermal Congress 2000, Kyushu Tohoku, Japan, May 28 Jun 10, 2000.

Nishijima, J., Fujimitsu, Y., Ehara, S., dan Yamauchi, M.(2005) : Microgravity monitoring and repeated GPS survey at Hatchobaru geothermal field, Central Kyushu, Japa., Proceeding World Geothermal Congress 2005.

Sarkowi, M. (2007) : Gayaberat mikro Antar Waktu untuk Analisa Perubahan Kedalaman Muka Air Tanah (Studi Kasus Dataran Aluvial Semarang), Disertasi Program Doktor, Institut Teknologi Bandung.

Kadir, W.G.A., Santoso, D., dan Sarkowi, M. (2004) : Time Lapse Vertical Gradient Microgravity Measurement for Subsurface Mass Change and Vertical Ground Movement (Subsidence) Identification, Case Study : Semarang alluvial plain, central Java, Indonesia, Proceedings of the 7th SEGJ International Symposium, Sendai Japan 24 26 November 2004, 421-426.

Brigham, O.E. (1974) : The Fast Fourier Transform, Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, N,J., 78.




DOI: https://doi.org/10.15294/jf.v7i2.13374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License. View My Stats