Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) sebagai Sumber Energi Alternatif

Gurum Ahmad Pauzi, Randha Kentama Aewaditha, Amir Supriyanto, Sri Wahyu Suciyati, Arif Surtono, Junaidi Junaidi, Warsito Warsito

Abstract


Penelitian tentang karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan elektrolit air laut dengan penambahan NaHCO3 menggunakan elektroda Cu-Zn telah dilakukan. Sistem elektrokimia ini dirancang agar dapat dilakukan penggantian elektrolit air laut tanpa membuat elektroda yang digunakan terpapar udara secara langsung. Pengukuran karakteristik elektrik  meliputi tegangan, arus, dan  daya, serta luminasi yang dihasilkan beban LED 1,2 watt. Penelitian ini melakukan perbandingan karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan dan dengan tanpa penambahan NaHCO3. Pengukuran dilakukan selama 5 hari (120 jam) dengan penggantian elektrolit setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem elektrokimia  dengan penambahan NaHCO3 mampu menyalakan LED lebih lama (5 hari) dibandingkan dengan tanpa penambahan NaHCO3 yang hanya mampu menyalakan LED selama 3 hari. Laju korosi pada elektroda Cu-Zn tanpa penambahan NaHCO3 semakin lama digunakan semakin besar, sedangkan dengan penambahan NaHCO3 tidak terjadi korosi.

Keywords


Scale, CaCO3, CaSO4, Formation Water, Oil Reservoir

Full Text:

PDF

References


Ali, J. M., Abbas, Q. (2009). Corrosion and Galvanic behavior of Copper, Carbon steel and Zinc Couples in (3.5 %wt) NaCl Solution. Al-Khwarizmi Engineering Journal, 5 (3), 60-71.

Antonov, A., Rahman A. (2015). Prakiraan dan Analisa Kebutuhan Energi Listrik Provinsi Sumatra Barat Hingga Tahun 2024 dengan Metode Analisis Regresi Linier Berganda. Jurnal Teknik Elektro ITP, 4, 2.

Güell R., Aragay, G., Fontàs, C., Anticó, E., Merkoçi, A. (2008). Sensitive and Stable Monitoring of Lead and Cadmium in Seawater Using Screen-Printed Electrode and Electrochemical Stripping Analysis. Nanobioelektronics & Biosensors Group, 219-224.

Liu, Shuan, Sun, H., Zhang, N., Sun, L. (2013). The Corrosion Performance of Galvanized Steel in Closed Rusty Seawater. International Journal of Corrosion, 2013 (267353), 9.

Marlina E., Slamet, W., Lilis, Y. (2013). Produksi Brown’s Gas Hasil Elektrolisis H2O Dengan Katalis NaHCO3. Jurnal Rekayasa Mesin, 4 (1), 53–58.

Ozturk, S., Osturk, F. (2018). Forecasting Energi Consumption of Turkey by ARIMA Model. Journal of Asian Scientific Research, 8(2), 52-60.

Pauzi, G.A.A., Rahmayanti, D., Nindi, E.M. (2015). Perhitungan Laju Korosi di dalam Air Laut dan Air garam 3% pada paku dan Besi ASTM 36. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika (Gravity), 1 (1), 6.

Pauzi. G.A., Hudaya, E., Supriyanto, A., Warsito. (2016). Analisis Uji Karakteristik Elektrik Air Laut sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan. Proseding SN SMIAP 2016.

Pradnyana, G. (2016). Pemenuhan Kebutuhan Energi dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional. Jurnal Maksipreneur, V (2), 67 – 76.

Silberberg, M. S. (2003). Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change. New York: McGraw Hill Education.

Zainuri M., Anam, K., dan Susanti, A. P. (2016). Hubungan Kandungan Natrium Chlorida (NaCl) dan Magnesium (Mg) dari Garam Rakyat di Pulau Madura. Prosiding Seminar Nasional Kelautan. Universitas Trunojoyo Madura.




DOI: https://doi.org/10.15294/jf.v8i2.16982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License. View My Stats