PENGARUH ORIENTASI AGREGAT SERAT BAMBU TERHADAP MORFOLOGI DAN KUAT LENTUR KOMPOSIT GEOPOLIMER BERBASIS METAKAOLIN

- Nurhayati, - Subaer, Nur Fadillah

Abstract


Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh orientasi agregat serat bambu terhadap morfologi dan kuat lentur komposit geopolimer berbasis metakaolin. Mineral metakaolin diperoleh melalui proses dehidroksilasi kaolin pada suhu 750oC selama 6 jam. Pasta geopolimer disintesis melalui metode aktivasi larutan alkali dan dicuring pada suhu 60oC selama 1 jam. Serat bambu diproduksi secara termo-mekanik dengan panjang sekitar 20,00 mm dan diameter 20 -100 , digunakan sebagai agregat dengan susunan acak atau membanjar searah panjang sampel. Karakterisasi mikro bahan dasar dan material yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan scanning electron microscopy (SEM) yang dilengkapi dengan electron dispersive spectroscopy (EDS). Struktur kristal dan komposisi kimia bahan dasar dan sampel dikarakterisai dengan X-Ray Diffraction (XRD). Sifat termal serat bambu diukur dengan menggunakan differential scanning caloritmetry (DSC) 400 PerkinElmer. Hasil karakterisasi dengan SEM-EDS menunjukkan bahwa matriks geopolimer cukup homogen, namun ikatan antara matriks dengan agregat serat bambu tampak belum sempurna akibat kehadiran celah yang cukup besar pada daerah antar zona antara matriks dengan agregat serat bambu. Hasil karakterisasi dengan XRD memperlihatkan bahwa matriks komposit geopolimer yang dihasilkan bersifat amorf. Uji mekanik berupa three bending points flexural strength dilakukan terhadap 3 sampel untuk setiap jenis sampel memperlihatkan bahwa kehadiran agregat serat bambu, orientasi serat dan suhu curing sangat berpengaruh terhadap kuat lentur komposit geopolimer yang dihasilkan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15294/jf.v3i1.3970

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License. View My Stats