PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN BASKETBALL AND FOOTBALL COMBINATION UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA SEKOLAH DASAR

Martin Sudarmono

Abstract


Permainan olahraga merupakan salah satu materi permainan dan olahraga yang bertujuan untuk mengembangkan koordinasi gerak peserta didik melalui aktivitas permainan beregu. Tidak semua sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes mengajarkan semua materi dalam permainan bola besar. Berdasarkan hal di atas, perlu dilakukan pengembangan permainan bola besar yang dapat mengembangkan keterampilan koordinasi gerak peserta didik. Prosedur pengembangan yang digunakan; 1) menganalisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal, 3) validasi ahli, 4) uji coba lapangan, 5) revisi produk, dan hasil produk pengembangan. Instrumen yang digunakan 1) data pengambilan denyut nadi, (2) kuesioner respon psikomotorik, kognitif, afektif peserta didik dengan angket, (3) pengamatan keefektifan teknik dasar yang digunakan dalam produk. Hasil penelitian ini telah ditemukan (1) produk permainan basketball and football combination, (2) keefektifan produk permainan dapat meningkatkan aktivitas fisik peserta didik, (3) permainan basketball and football combination ini dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia, (4) kompleksitas keterampilan koordinasi gerak. Simpulan penggunaan produk permainan basketball and football combination dalam pembelajaran memberikan pengaruh terhadap intensitas fisik, dapat mengatasi masalah keterbatasan sarana dan prasarana, dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran serta memberikan pengalaman koordinasi gerak kompleks. Saran bagi guru Penjasorkes di SD dapat menggunakan permainan ini di sekolah, dalam pembelajaran permainan bola besar.

Sports game is one game and sport material that aims to develop motor coordination learners through team play activity. Not all schools in the implementation of learning Penjasorkes teach all the material in a big ball game. Based on the above, is necessary to develop a great ball game that can develop motor coordination skills of learners. Development procedures used; 1) analyzing the products that will be developed, 2) develop initial product, 3) expert validation, 4) field trial, 5) revision of the product, and the results of product development. Instruments used 1) the data capture pulse, (2) the questionnaire responses psychomotor, cognitive, affective learners with a questionnaire, (3) observation of the effectiveness of the basic techniques used in the product. The results of this study have been found (1) products games of basketball and football combination, (2) the effectiveness of the products games can increase physical activity of students, (3) the game of basketball and football combination can overcome the limitations of the allocation of instructional time available, (4) the complexity motor coordination skills. Conclusion The use of the products games of basketball and football combination in learning to give effect to the physical intensity, can cope with limited facilities and infrastructure, can overcome the limitations of the allocation of time learning and experience, coordination of complex motion. Suggestions for teachers in primary Penjasorkes can use this game at school, learning a great ball game.


Keywords


Model Permainan, Basketball and Football Combination, Penjasorkes

Full Text:

PDF

References


Badan Standar Nasional Indonesia, BSNP. 2006. Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas

Bahagia, Yoyo dan Suherman, Adang. 2000. Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Mopdifikasi Cabang Olahraga. Jakarta: Depdiknas

Depdiknas. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: BSNP

Husdarta, Saputra M. Yudha. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas

Luthan, Rusli dan Suherman, Adang. 2000. Perencanaan Pembelajaran Penjaskes. Jakarta: Depdiknas

RC, Achmad, Rifai dan Anni, Tri, Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press

Samsudin. 2008. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SD/MI. Jakarta:

Soegiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Suharsono dan Sukintaka. 1982. Permainan dan Metodki. Jakarta: Depdikbud

Suherman, Adang. 2000. Dasar-Dasar Penjaskes. Jakarta: Depdiknas

Sukintaka. 1992. Teori Bermain untuk D2 PGSD Penjaskes. Jakarta: Depdikbud

Sukirman dkk.2003. Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wasis, Dwiyogo. 2004. Konsep Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kajian Kebijakan Olahraga LEMLIT UM.




DOI: https://doi.org/10.15294/jpehs.v3i1.6497

Refbacks

  • There are currently no refbacks.