Ekstrakurikuler Sebagai Dasar Pembinaan Olahraga Pelajar

Rasyono Rasyono

Abstract


Ekstrakurikuler merupakan wadah bagi siswa dalam menyalurkan minat dan bakatnya diluar pelajaran akademik disekolah. Berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler anatara lain bidang seni, kerohanian, kepemimpinan, jurnalistik dan tidak kalah populer dan hampir setiap sekolah ada adalah ekstrakurikuler bidang olahraga. Antuasias dan peminat ekstrakuler olahraga disekolah sangatlah luar biasa. Kondisi ini didukung dengan banyaknya kompetisi dan kejuaraan antar sekolah dibidang olahraga bahkan sampai pada level multi even yakni POPDA, O2SN, POPNAS, bahkan Kejurnas PPLP yang basis atletnya merupakan pelajar disekolah. Potensi yang timbul dari iklim kompetisi ini membuat keberadaan ekstrakurikuler disekolah sebagai lumbung atlet pelajar menjadi sangat sentral dan harus dikelola dengan baik, terarah serta berkesinambungan sebagai dasar pembinaan olahraga pelajar.

Extracurricular is a place for students to channel their interests and talents beyond academic subjects in school. A wide variety of extracurricular activities among other fields of art, spirituality, leadership, journalism and no less popular and almost every school there are extracurricular sport. Enthusiastic and sports enthusiasts ekstrakuler school is remarkable. This condition is supported by the many competitions and championships between schools in the field of sports and even to the level of the multi event POPDA, O2SN, Popnas, even the base PPLP Championship athletes are students at school. Potential arising from this competitive climate makes the existence of extracurricular school as the granary of student athletes being very central and must be properly managed, focused and sustainable as basic sports coaching students.

Keywords


extracurricular, sports coaching students

Full Text:

PDF

References


Balyi, Istvan. 2001. Journal: Sport System Building and Long-term Athlete Developmeni in British Columbia. Canada: SportMed BC.

Boccaro, Kanters, Casper and Forrester.2008. Sport Physical Education, Extracurricular Sports, and Lifelong Active Living. Journal of teaching in physical education,27,155-166.Canada: Human Kinetics.

Depdikbud. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar Mata Pelajaran Pendidikan jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud

Depdiknas. 2007. Model Pengembangan Diri. Jakarta: P4TK Penjas dan BK.

Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. 2010. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014 Bidang Olahraga. Jakarta: Bappenas.

Direktorat Pembinaan SMA. 2010. Juknis Penyusunan Program Pengembangan Diri Melalui Ekstrakurikuler di SMA. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA.

Djoko pekik irianto. 2002. Dasar Kepelatihan. Yogyakarta: Andi Offset.

Feldman, Amy F and Jennifer L. Matjasko 2005. Journal: The Role of School-Based Extracurricular Activities in Adolescent Development: A Comprehensive Review and Future Directions. Review of Educational Research Summer.Vol.75,No2, 159-210. Austin: University of Texas.

Hartono, M.,Taufiq Hidayat.,M.Anas. 2009. Pola Pembinaan Sekolah Sepak Bola (SSB) Se-Jawa. Jurnal IPTEK Olahraga Volume 11, Nomor 3, September 2009. Jakarta: Kemenpora.

Islahuzzaman N. 2010. Identifikasi Bakat Usia Dini Siswa SD-SMP Surakarta. Jurnal: Paedagogia jilid 13 No 1, Februari 2010, Halaman 61-69. Surakarta: FKIP Olahraga UNS.

Junaidi, Said. 2003. Pembinaan Olahraga Usia Dini. Semarang: UNNES.

Syafii, Imam dan Mahfud Irsyada. 2011. Evaluasi Penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia 2009/2010. Jurnal IPTEK Olahraga, Vol.13, No.1, Januari-April 2011:40-45. Jakarta: Kemenpora.

Undang Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Wilman.,Gayatri.,Dinda B.,Ferdy. 2010. Sport Akuatik. Majalah Olahraga & Wisata Air. No.18/Th.III/Nov-Desember 2010. Bandung: Media Utama.




DOI: https://doi.org/10.15294/jpehs.v3i1.6501

Refbacks

  • There are currently no refbacks.