Membuat Angin Darat dan Angin Laut Dari Kaleng Roti

Suraji Suraji

Abstract

Pembuatan alat peraga ini berlatar belakang pada permasalahan yang dihadapi guru dan peserta didik pada pembelajaran IPA. Kurangnya media alat peraga pembelajaran di sekolah, kesulitan mendapatkan alat peraga, serta letak sekolah yang jauh dari pantai menyebabkan pembelajaran kurang menarik dan mengakibatkan peserta didik tidak bisa memperoleh pengalaman langsung . Fokus masalah penelitian ini pada pembuatan alat peraga kotak konveksi dari bahan daur ulang dengan prinsip reduce, reused,recycle dan dampaknya bagi pembelajaran. Penelitian pembuatan alat peraga ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kotak konveksi udara dari kaleng roti untuk membuktikan peristiwa perpindahan energi panas secara konveksi dengan contoh terjadinya angin darat dan angin laut. Simpulan : hasil pengamatan menunjukkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran I sebesar 37,5% dalam kategori baik, 62,5 kategori sangat baik. Pada pembelajaran II sebesar 39,5% dalam kategori baik, 60,5 kategori sangat baik serta pencapaian hasil belajar sebesar 76,7%.. Saran: 1) bagi rekan-rekan guru yang mengalami permasalahan pembelajaran di kelas dengan karakteristik yang sejenis, dapat menjadikan laporan ini sebagai bahan referensi untuk mengatasi permasalahan di kelasnya, 2) media alat peraga yang saya gunakan hanyalah salah satu dari banyak media yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas tersebut.

Making these teaching aids has a background on the problems faced by teachers and students in science learning. The lack of media teaching aids in schools, difficulties in obtaining teaching aids, and the location of schools far from the coast causes learning to be less attractive and results in students not being able to gain direct experience. The focus of this research problem is on making recycled box props from recycled materials using the principles of reduce, reused, recycle and their impact on learning. The research on making these teaching aids is to improve the quality of learning by using air convection box props from bread cans to prove convection heat transfer events with examples of land winds and sea breezes. Conclusion: the results of the observation show that the learning activeness of students in learning I was 37.5% in the good category, 62.5 in the excellent category. In learning II amounted to 39.5% in the good category, 60.5 categories were very good and the achievement of learning outcomes was 76.7%. Suggestions: 1) for fellow teachers who experience learning problems in the class with similar characteristics, can making this report as a reference material to overcome the problems in its class, 2) the media that I use is only one of the many media that can be used to overcome learning problems in accordance with the conditions and characteristics of the class.

Keywords

Media pembelajaran; angin darat; angin laut

Full Text:

PDF

References

Adi, S. (2012). Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap. Solo: Bringin55

Anitah, S.W. (2012). Strategi Pembelajaran di SD. Banten: Universitas Terbuka Kemdikbud.

Azmiyawat, C. (2010). IPA 5 Saling Temas. Semarang. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Echols, J.M. (2005). Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta.

Kemala, R. (2006). Jelajah IPA. Jakarta: Yudhistira.

Nasution, S, (2000). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Sapriati, A. (2014). Pembelajaran IPA di SD. Banten: Universitas Terbuka Kemdikbud.

Sulistiyanto, H. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.


View Counter: Abstract - 368 and PDF - 817

Refbacks

  • There are currently no refbacks.